Madiun

Mei Nanti, KTNA Prediksi Pupuk Subsidi Langka

35 Ribu Ton Jatah Enam Bulan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Angka pengajuan tambahan alokasi pupuk subsidi ke pemerintah pusat telah final. Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun menyodorkan angka 35.221 ton. Alokasi itu untuk meng-cover kebutuhan lahan padi seluas 54.187 hektare periode Juli hingga Desember mendatang. ‘’Kemungkinan besok akan dikirim ke Pemprov Jawa Timur,’’ kata Kasi Pupuk Disperta Kabupaten Madiun Suyatno Kamis (20/2).

Suyatno memerinci, pupuk jenis Urea butuh tambahan 13.546 ton, Phonska (10.837), SP-36 (2.709), dan ZA (8.128). Alokasi jenis pupuk anorganik itu mengacu kebutuhan mulai Juli. Sebab, jatah sebanyak 42.548 ton tahun ini hanya cukup untuk satu semester. Namun, menimbang kebutuhan petani terhadap jenis pupuk yang berbeda-beda, pengajuan tambahan diklasifikasikan sesuai jenisnya. ‘’Kami lakukan perincian jenis-jenis pupuk yang diajukan tambahan,’’ ujarnya.

Pemprov Jatim bakal mengajukan usulan penambahan pupuk subsidi dari beberapa kota/kabupaten ke Kementerian Pertanian (Kementan). Tidak ada jaminan pengajuan bakal direstui. ‘’Tentang peluang kami tidak bisa mengira-ngira,” kata Suyatno.

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Madiun punya prediksi berbeda ihwal kapan jatah pupuk subsidi itu habis. Ketua KTNA Kabupaten Madiun Suharno memperkirakan ada kelangkaan pada Mei. Satu bulan lebih cepat dari kalkulasi disperta.  ‘’Memasuki MK-1 (musim kemarau 1, Red) antara April dan Mei, total alokasi itu akan habis,’’ sebutnya.

Suharno mengatakan, pengajuan penambahan semestinya dilakukan lebih awal. Persisnya ketika ada kesepakatan disperta dengan komisi B DPRD dan seluruh ketua gabungan kelompok tani (gapoktan) kecamatan. ‘’Saat ini memang belum ada gejolak karena kebutuhan petani masih tercukupi. Kalau tidak ada alokasi tambahan atau alokasi tidak mencukupi kebutuhan, ya pasti geger itu nanti,’’ ungkapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close