Mejayan

Megaproyek Jalur Ganda Terancam Tertunda

MADIUN – Pembangunan double track kereta api (KA) Madiun–Nganjuk terancam molor. Rekanan megaproyek nasional itu urung menuntaskan penyambungan seluruh rel di pintu perlintasan sepanjang 84,2 kilometer. Dengan target penuntasan pekerjaan Oktober. Sampai kini, konstruksi rel bercabang (wesel) tak kunjung tersedia. ‘’Tersisa dua bulan ini terus dikebut,’’ kata pengawas teknik proyek double track Balai Perkeretaapian Kemenhub Jawa Timur Sudarto, Minggu (26/8).

Sudarto menuturkan, ketersediaan wesel dalam pengerjaan double track sangat krusial. Sebab, peranti untuk memindahkan jalur KA itu merupakan bagian jantungnya. Tanpa konstruksi itu, jalur ganda tak bisa dioperasikan. Sekalipun seluruh komponen pengerjaan jalur telah dirampungkan. Sejauh ini, pihaknya sebatas diberi janji dari Kemenhub Ditjen Perkeretaapian selaku pihak pengadaan barang. Kabar teranyar, wesel yang diimpor dari Tiongkok itu tiba bulan depan. ‘’Informasinya akhir bulan, tapi kami berharap bisa di awal,’’ ungkapnya.

Informasi tersebut diketahui dalam rapat internal Balai Perkeretaapian Jatim dengan kontraktor pelaksana, Sabtu lalu (25/8). Pertemuan itu menyampaikan bila pihak penyedia dari Negeri Tirai Bambu itu mempertimbangkan pengiriman wesel lewat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang atau Tanjung Perak Surabaya. Pengirimannya bakal dilakukan secara bertahap. Sudarto mengaku tidak mempermasalahkan bila pengirimannya harus diecer. Wesel yang tersedia langsung ditindaklanjuti pemasangan. ‘’Yang terpenting (pengiriman) barangnya sudah dipenuhi,’’ tegasnya.

Sudarto menyebut, ada ratusan wesel yang bakal ditempatkan di seluruh stasiun ruas Madiun–Nganjuk. Khusus paket Madiun, berada di Stasiun Babadan, Caruban, dan Saradan. Jumlahnya puluhan. Pihaknya akan memulai memasang wesel di Stasiun Baron kemudian Nganjuk. Pemasangan berakhir di Stasiun Babadan. Penentuan lokasi bergantung skala prioritas. ‘’Kami mulai dari stasiun yang sudah jadi (klir pembangunan, Red),’’ terangnya kepada Radar Mejayan.

Peranti impor itu sejatinya telah dipesan Dirjen Perkeretaapian tahun lalu. Sesuai jadwal, wesel seharusnya tiba Mei lalu. Kendati demikian, Sudarto meyakini pekerjaan proyek masih on the track. Sebab, rekanan tetap mengerjakan komponen lainnya. Satu yang sudah dituntaskan adalah memasang bantalan rel. ‘’Rekanan tetap bekerja dengan progres keseluruhan sudah 80 persen,’’ katanya sembari menyebut sisa persentase itu dari pemasangan wesel dan penyambungan rel di pintu perlintasan.

Sudarto mengungkapkan, jumlah sambungan rel di Madiun sekitar 15 titik. Perinciannya, di dua lintasan berpalang pintu, jembatan besar, dan sisanya tanpa palang. Bantalan rel yang masih terputus itu perlu dibuatkan konstruksi khusus. Rekanan tengah menyelesaikan pemasangan di wilayah Kaligunting. Sedangkan titik lainnya perlu dikaji terlebih dulu. ‘’Perlu izin kepolisian kalau pemasangannya nanti dirasa perlu menutup jalan,’’ tandasnya. (cor/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button