MadiunPeristiwa

Megah dalam Balutan Gala Dinner

MADIUN – Pesta ulang tahun terlengkap. Itulah yang ada di benak Direktur Jawa Pos Radar Madiun Aris Sudanang seputar puncak rangkaian peringatan HUT ke-19 koran ini yang digelar Kamis malam (12/2). Dibalut dalam sebuah gala dinner, acara berlangsung megah. Pun kepala daerah dan para pemangku kepentingan di eks Karesidenan Madiun hadir. Tidak ketinggalan Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Samsul Rizal. ‘’Ini ulang tahun paling komplet. Kepala daerah, stakeholder, semua hadir. Termasuk danlanud. Padahal tidak semua resepsi, kecuali nonformal, mau beliau hadiri,’’ ujar Aris.

Aris tidak bermaksud mendewakan Samsul. Melainkan kehadiran pejabat militer berbintang satu –juga para stakeholder yang lain- itu merupakan gambaran bahwa Jawa Pos Radar Madiun masih menjadi bagian dari mereka. Singkat kata, koran ini memiliki peran strategis dalam menyinergikan para stakeholder tersebut. ‘’Radar Madiun masih menjadi bagian erat yang dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan, khususnya di eks Karesidenan Madiun,’’ tuturnya.

Aris mengatakan, pada momen ulang tahun ke-19, hal paling utama harus dilakukan adalah bersyukur karena Jawa Pos Radar Madiun masih menjadi bagian yang dibutuhkan masyarakat. Terutama dalam hal pemenuhan informasi yang kredibel dan tepercaya. Pun dia meyakini koran tak akan pernah mati, kendati media online dan media sosial (medsos) berkembang secara masif. ‘’Koran masih dipercaya tidak mungkin menyebarkan hoax. Sedangkan di medsos atau media online, kekhawatiran masyarakat misalnya berita dipelintir, itu masih ada,’’ sebutnya.

Dia optimistis Jawa Pos Radar Madiun ke depan terus berperan aktif dan mewarnai eks Karesidenan Madiun. Pun Aris meyakini koran ini akan mampu ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Sebut saja Pacitan dan Magetan yang memiliki segudang potensi pariwisata. Juga Kabupaten Madiun yang terus bersolek demi menjaring wisatawan. ‘’Radar Madiun nanti harus turut mendukung pembangunan di wilayah eks Karesidenan Madiun,’’ tegasnya.

Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Samsul Rizal secara pribadi dan mewakili institusinya mengucapkan selamat ulang tahun ke-19 kepada Jawa Pos Radar Madiun. Usia 19 tahun, kata dia, menandakan bahwa pengalaman sudah cukup banyak dipupuk. Juga menjadikan diri semakin matang.

Menurutnya, usia 19 tahun juga dapat diartikan bahwa Jawa Pos Radar Madiun telah melalui berbagai macam cobaan. ‘’Ke depan, semoga dapat terus berkarya dan ikut serta dalam mendukung pembangunan nasional dan program-program daerah,’’ ujarnya.

Samsul menilai Jawa Pos Radar Madiun memiliki peran penting dalam menyajikan informasi akurat dan terpercaya kepada masyarakat. Informasi yang disajikan di koran, kata dia, harus fair dan tidak disusupi kepentingan tertentu. ‘’Terus berkarya demi Madiun yang dicintai ini,’’ pesan Samsul.

Suasana hangat terasa selama gala dinner. Seluruh tamu VVIP bersama Aris meniup lilin dan memotong kue ulang tahun. Bahkan, Wakil Wali Kota Madiun Armaya sempat menyuapi Aris kue tar yang dipotongnya. Hal serupa dilakukan calon wali kota terpilih Maidi. ‘’Karyanya, beritanya, TOP BGT. Kadang-kadang mengkritik, ngantem, tapi tetap balance. Seluruh masyarakat berharap Radar Madiun semakin oke,’’ ucap pria yang akrab disapa Yayak itu.

Dalam kesempatan itu Jawa Pos Radar Madiun juga memberikan penghargaan kepada berbagai tokoh yang berkontribusi nyata. Enam kepala daerah di eks Karesidenan Madiun termasuk di antaranya. Mereka dipandang telah berkontribusi dalam memimpin pembangunan di daerah masing-masing. Penghargaan juga diberikan kepada para tokoh yang memiliki kepedulian terhadap sepak bola. 

Puncak rangkaian perayaan HUT ke-19 Jawa Pos Radar Madiun tadi malam juga dijadikan ajang pentas seni dan budaya. Belasan model setingkat pelajar SMA/SMK mengikuti lomba fashion show bertema Piala Dunia. Pun mereka yang mengenakan jersey sepak bola tersebut berlomba menyuguhkan penampilan terbaik demi merebut perhatian dewan juri.

Tim dewan juri terdiri tiga orang yang berkompeten. Yakni, pengamat fashion Tutik Endang Sri Wahyuni, Paskal Wardhana dari Paguyuban Kakang Mbakyu (Pandayu) Kota Madiun, serta perwakilan Jawa Pos Radar Madiun Wawan Isdarwanto. Satu per satu model atraktif berlenggak-lenggok di panggung ketika namanya dipanggil oleh master of ceremony (MC).

Hasil penilaian dewan juri, juara I diraih Caroline Nugroho. Peserta nomor 15 itu mengumpulkan skor terbanyak, 773. Penilaian fashion show sangat kompetitif. Buktinya, juara II Ferensa Thitania terpaut sangat tipis dengan selisih skor 21. Sedangkan juara III jatuh kepada Bella Bonita. Gadis itu memperoleh nilai 235. Ketiganya mendapatkan piala penghargaan yang diserahkan General Manager Jawa Pos Radar Madiun Eko Suprayitno. ‘’Unsur penilaian meliputi make-up, catwalk, dan keselarasan busana,’’ beber Wawan.

Selain lomba fashion show, tamu undangan disuguhkan tari Solah Madiun dan peragaan busana Wonderfull Madiun Carnival. Malam itu juga digelar launching jersey MPFC dan Persinga Ngawi. (naz/cor/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button