Advertorial

Mbah Kung Wujudkan Ngawi Smart City

Digitalisasi Layanan hingga Pedesaan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Bupati Budi Sulistyono berkomitmen menjadikan Ngawi sebagai smart city. Berbagai terobosan terkait digitalisasi layanan pun digencarkan. Pada 2018 lalu, misalnya, Mbah Kung –sapaan Budi Sulistyono- meluncurkan aplikasi Portal Informasi Ngawi (PING).

Melalui aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di Play Store itu masyarakat bisa mengakses beragam informasi tentang Ngawi maupun layanan publik. ‘’Ada informasi lokasi wisata lengkap dengan gambar dan pemesanan tiket masuk, pendaftaran layanan rumah sakit, dan lainnya,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Ngawi Prasetyo Harri Adi Senin (1/2).

Digitalisasi layanan itu disempurnakan dengan adanya call center 112. Hanya dengan menghubungi nomor tersebut, beragam pengaduan layanan bakal segera ditindaklanjuti. ‘’Tujuan inovasi ini salah satunya untuk mendekatkan hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat,’’ ujarnya.

Digitalisasi layanan juga merambah desa. Buktinya, Mbah Kung melalui diskominfo menyediakan website berisi berbagai informasi potensi desa. Agar eksistensi website desa terjaga, diskominfo kerap memberikan pelatihan kepada kelompok informasi masyarakat (KIM) dan warga lainnya terkait pembuatan konten yang informatif dan menarik. ‘’Bisa juga dijadikan sebagai media promosi produk unggulan desa, bahkan e-commerce,’’ terangnya.

Untuk memotivasi, Mbah Kung memberikan penghargaan khusus setiap tahunnya kepada desa dengan pengelolaan website terbaik. Pun, dilakukan pengembangan infrastruktur. Di antaranya, memasang kabel fiber optik ke desa-desa bekerja sama dengan BUMN terkait. ‘’Pengembangan infrastruktur terus dilakukan step by step,’’ ujarnya.

Jaringan internet cepat itu sekaligus untuk mendukung penerapan sistem keuangan desa (siskeudes) online. Melalui pelaporan keuangan desa online itu pula, diharapkan Ngawi Smart City melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) kelak juga bisa terwujud. ‘’Internet cepat itu juga untuk mendukung kegiatan di berbagai bidang lainnya. Saat pandemi, misalnya, bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran daring,’’ jelasnya. (odi/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button