Bupati Menulis

Mataraman Zona Merah

SEPERTI yang dikhawatirkan sebelumnya, momen libur panjang membuat angka terkonfirmasi positif Covid-19 melonjak. Jawa Timur bagian barat akhirnya masuk zona merah. Magetan masuk zona merah karena kasus kematian meningkat. Salah satu penyebab pasien meninggal karena saat masuk rumah sakit sudah dalam kondisi sedang dan berat.

Peningkatan kasus kematian sangat signifikan. Awalnya, satu pasien meninggal di pekan kedua. Lalu, enam orang selama pekan ketiga. Kemudian melonjak 35 pasien pekan keempat. Korban Covid-19 yang cukup banyak perlu perhatian ekstra. Meskipun yang meninggal tidak semuanya dirawat di rumah sakit.

Terhitung 25 Januari 2021 jumlah kumulatif 1.618 kasus positif, pasien sembuh 1.218, dan meninggal 105. Untuk case fatality rate (CFR)-nya 6,49 persen. Di bawah Jawa Timur sekitar 7 persen dan di atas nasional sekitar 5 persen.

Kenaikan kasus positif Januari juga sangat tajam. Bahkan, di pekan kedua naik 100 persen. Klaster keluarga mendominasi. Pasien perempuan paling banyak dengan 53 persen dan 42 persen usia di rentang 11–40 tahun. Dengan demikian, selain perkantoran, interaksi di keluarga sangat dominan.

Demi mempercepat pemutusan rantai penularan, target pemeriksaan swab perlu ditingkatkan. Sebetulnya, jumlah pemeriksaan swab cukup bagus. Dari target 90 spesimen per hari, kami mampu menguji hingga 154. Di Jatim, ada empat daerah yang mampu melampaui target. Selain Magetan, ada Surabaya, Kota Malang, dan Tulungagung.

Tingginya pemeriksaan swab karena ditunjang tiga laboratorium. Meliputi RSUD Sayidiman, labkesda, dan RSAU dr Efram Harsana (RSAU Lanud Iswahjudi). Capaian pemeriksaan swab masih bisa ditingkatkan bila sumber daya manusia (SDM) tercukupi. Sayangnya, tenaga analis laboratorium sangat terbatas. Tenaga mereka hanya digunakan saat jam kerja. Kalau menambah jam, tentu perlu SDM tambahan.

Kenyataannya, rekrutmen untuk mengisi tenaga analis sulit sekali. Meski sudah berulang kali diumumkan, namun masih kurang mendapat respons. Kami hanya mendapat tambahan empat tenaga analis.

Kami mengantisipasi terjadinya peningkatan pasien positif. Bagi yang bergejala ringan dan sedang, disiapkan tempat perawatan di Puskesmas Rejomulyo, Barat. Kapasitasnya 16 bed dengan tiga dokter yang merawat.

Pasien yang harus diisolasi di tempat fasilitas khusus juga telah disiapkan. Yakni, mes Secata yang memiliki 31 bed dan mes Lanud Iswahjudi ada 14 ruangan yang bisa digunakan. Jika keduanya sudah penuh, ada ruang di SDN Gebyog yang segera siap beroperasi.

Berbagai upaya telah kami lakukan. Namun, persebaran Covid-19 sangat masif. Bahkan banyak daerah di wilayah Mataraman yang masuk zona merah. Selain Magetan, ada Ngawi, Kota/Kabupaten Madiun, Ponorogo, Nganjuk, dan Trenggalek.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sesuai instruksi Mendagri 2/2021 pun dijalankan. Perkantoran menerapkan work from home (WFH) 75 persen kepada karyawannya. Kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah secara daring. Jam operasional restoran, kafe, dan warung dibatasi hingga pukul 21.00. Kegiatan yang menimbulkan kerumunan diatur dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Alhamdulillah, Magetan sudah mendapat kiriman vaksin Covid-19 mencapai 3.000 dosis. Rencananya, Kamis, 28 Januari 2021, vaksinasi perdana ditujukan kepada yang memenuhi syarat. Kebetulan, saya dan wakil bupati belum bisa divaksin karena faktor usia di atas 59 tahun. Vaksin ini diharapkan dapat memberikan daya tahan terhadap penularan virus korona.

Disiplin protokol kesehatan harus tetap menjadi hal penting di mana pun berada. Sebab, titik lengah terbesar saat ini ketika bersama teman atau keluarga. Apalagi kalau merasa sudah dites swab dan hasilnya negatif. Padahal, hasil tes itu bersifat real time. Artinya, hanya berlaku pada saat atau detik waktu diperiksa. Hasil negatif tidak kemudian menjamin seterusnya negatif. Disiplin menerapkan protokol kesehatan menjadi kata kunci perlindungan. (*/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button