Advertorial

Masuk Kategori Rentan, Pemkot Madiun Sasar Bumil untuk Divaksin

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ibu hamil (bumil) tak perlu waswas di masa pandemi Covid-19. Sebab, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memasukkan mereka dalam sasaran vaksinasi. Ikhtiar tersebut untuk memproteksi ibu dan janin yang dikandung serta menekan risiko kematian bumil akibat terinfeksi virus korona.

Di Kota Madiun, ratusan bumil mulai divaksin antikorona di RSUD setempat dua hari belakangan. Putri Ayu Puji Lestari, salah seorang bumil warga Rejomulyo, Kartoharjo, girang usai divaksin. Dia sempat khawatir tak masuk sasaran vaksinasi. Apalagi usia kandungannya telah memasuki 22 minggu. ‘’Ibu hamil lebih rentan terpapar korona. Senang dan lega, ini untuk antisipasi ibu dan calon bayinya,’’ kata Ayu, Kamis (26/8).

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Madiun Yuni Setyawati Maidi yang meninjau pelaksanaan vaksinasi memberi support penuh pada bumil. Yuni mengatakan bahwa vaksinasi penting untuk melindungi diri dari bahaya korona. Pihaknya bakal menggerakkan anggota PKK di setiap kelurahan. ‘’Selama pandemi bumil sangat rentan. Maka, vaksinasi ini menjadi prioritas yang harus diberikan agar mereka tetap sehat,’’ tuturnya.

Dia menegaskan bahwa bumil tidak perlu ragu dan khawatir terhadap keselamatan janin. Sebab, vaksin telah teruji secara klinis. Pun pertimbangan bumil menjadi sasaran vaksinasi telah mendapat persetujuan ahli kesehatan. ‘’Jadi, aman dan sehat sampai nanti persalinan lancar. Ibu hamil tidak perlu ragu dan khawatir divaksin,’’ ucapnya.

Vaksinasi ibu hamil dimulai Rabu lalu (25/8) di RSUD Kota Madiun. Selanjutnya dilaksanakan bertahap di setiap kecamatan atau puskesmas. ‘’Secara regulasi dan ilmu sudah diperkenankan. Makanya segera kita vaksin ibu hamil dengan harapan mereka terhindar dari Covid-19,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun Denik Wuryani.

Hasil pendataan sementara, ada 374 sasaran vaksinasi bumil. Pelaksanaannya bertahap. Hari pertama 185 bumil dan hari kedua kemarin (26/8) 189 bumil. Pun, masih ada bumil yang telah terdata namun belum divaksin karena alasan tertentu. ‘’Tidak semua bumil diizinkan divaksin,’’ ujarnya.

Denik menyebutkan, ada syarat khusus yang berlaku. Salah satunya, usia kehamilan 13-33 minggu. Tidak memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Jika memiliki riwayat alergi berat harus mendapat pantauan khusus. Utamanya setelah disuntik vaksin sebagai antisipasi munculnya efek samping. ‘’Ibu terlindungi, calon bayi sehat, sampai nanti melahirkan sehat semua,’’ harapnya.

Vaksin yang diberikan Sinovac. Rentang waktu suntikan dosis pertama dan kedua minimal 28 hari. Denik menyebut bahwa bumil masuk kategori masyarakat rentan. Ikhtiar ini untuk melindungi dua nyawa, ibu dan calon bayi. ‘’Kalau ibunya sakit, bayinya ikut sakit,’’ ungkapnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button