Pacitan

Masjid Apung 9 Jam Terombang-ambing di Tengah Laut

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sungai Grindulu meluap akibat hujan deras yang mengguyur Pacitan, Selasa (9/2). Dampaknya, masjid apung di muaranya terbawa arus hingga sejauh 1 kilometer ke tengah laut. ‘’Kejadiannya sekitar pukul 03.00. Tidak ada yang tahu persis. Pagi sudah ada di tengah laut,’’ kata Ryan Yudianto, penjaga masjid berkonstruksi bambu itu, Rabu (10/2).

Beberapa hari sebelumnya, tali pengikat masjid yang dibangun tahun lalu itu mengencang. Pun, posisinya bergeser beberapa sentimeter dari tempat semula. Kondisi jangkar masjid penuh sampah tersangkut. Akibatnya, beban masjid kian berat hingga talinya putus. ‘’Sebenarnya sering dibersihkan, tapi karena banjir beberapa hari ini sampahnya tambah banyak,’’ ujarnya.

Beruntung, bangunan masjid tidak mengalami kerusakan berarti. Hanya beberapa tirai sobek dan penahan patah. Bermodal perahu nelayan, beberapa perlengkapan seperti karpet, sajadah, dan Alquran dievakuasi lebih dulu. Termasuk pengeras suara. ‘’Kami selamatkan dulu, khawatir rusak,’’ tutur Ryan.

Terombang-ambing di perairan Pantai Pancer Door lebih dari sembilan jam, rumah ibadah itu berhasil diselamatkan. Warga, nelayan, relawan, dan petugas badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat bahu-membahu mengevakuasi masjid. Sekitar pukul 12.00, mereka berhasil menarik kembali masjid itu ke Pantai Pancer Door. (gen/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button