Madiun

Masih Tutup Pintu Irigasi, Volume Air Dawuhan Belum Ada 1 Persen

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kondisi Waduk Dawuhan, Wonoasri, Kabupaten Madiun, tidak lagi kering kerontang. Infrastruktur irigasi pertanian itu telah terisi 200 ribu kubik air. Namun, volume itu belum ada satu persen dari daya tampung bendungan yang mencapai 3,9 juta kubik. ‘’TMA (tinggi muka air, Red) sekitar 2,2 meter per Jumat (20/12),’’ kata Agung Wirasat, petugas operasional dan pemeliharaan Waduk Dawuhan, Minggu (21/12).

Dia menuturkan, waduk berangsur terisi air sejak Minggu lalu (15/12). Kenaikan kubikasi itu karena pengaruh hujan yang mengguyur dalam beberapa pekan terakhir. Meski begitu, turunnya hujan di wilayah Wonoasri tidak bisa dijadikan patokan penambahan. Hal tersebut juga dipengaruhi hujan di daerah hulu. ‘’Meski di sini (Wonoasri, Red) terang, tapi kalau Kare hujan deras, air waduk bisa bertambah,’’ ujarnya.

TMA saat ini belum memungkinkan untuk membuka pintu irigasi pertanian. Langkah tersebut baru dijalankan ketika TMA di atas tujuh meter. Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya, pendistribusian air tidak pernah dilakukan saat masa tanam (MT) I. Sebab, warga masih bisa memanfaatkan air hujan untuk mengairi sawahnya. ‘’Biasanya dibuka ketika ada permintaan atau pengendalian banjir,’’ terangnya.

Di sisi lain, Agung mengaku belum mengetahui rencana penyaluran irigasi tahun depan. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo masih menyusun berdasar kajian laporan TMA dan elevasi yang dikirimkan pihaknya beberapa waktu lalu.

Biasanya, rencana itu sudah disampaikan pada Desember. Namun, kali ini besar kemungkinan molor sebulan karena kondisi waduk yang mengering total. ‘’Kondisinya kan sempat kosong, jadi harus menunggu sampai terisi lebih dulu,’’ tuturnya seraya menyebut rencana itu biasanya bersamaan dengan waduk daerah lain.

Pihaknya saat ini rajin memonitor TMA waduk. Tugas itu dilakukan saban hari karena belakangan hujan mengguyur hampir setiap hari. Bila air diketahui naik dengan cepat, pihaknya segera berkomunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membuka pintu irigasi. ‘’Dikurangi pelan-pelan, menghindari air waduk meluber,’’ pungkasnya. (cor/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close