Ponorogo

Masih Awet, Kuliner Sate Gule Bhayangkara sejak 1970

Kuah Gule Disajikan di Kuali

Ponorogo sangat kaya aneka kuliner. Di sejumlah tempat selalu memunculkan kuliner-kuliner khas. Salah satunya sate gule Bhayangkara. Usaha kuliner yang dijalankan secara turun-temurun oleh keluarga Erwin Kurniawan itu sering menjadi santapan favorit saat berada di Ponorogo.

===========================

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

TIDAK pernah ada kata sepi di warung sate gule Jalan Bhayangkara. Hampir setiap waktu, warung sederhana berukuran 6×4 meter itu dipadati para pembeli. Teras warung atau toko-toko di sebelahnya menjadi tempat makan darurat bagi pencinta kuliner yang tidak kebagian tempat di dalam.

Saban hari ratusan bahkan ribuan tusuk sate dari daging kambing selalu disiapkan. Tidak hanya warga dalam kota, banyak pelancong yang mampir ke tempat Erwin Kurniawan itu menjadikan sate gule Bhayangkara menjadi oleh-oleh wajib ketika berada di Ponorogo.

Paling bikin ngiler tentu sajian gulenya. Erwin masih menjaga tradisi keluarganya dengan menyiapkan gule dalam kuali. ‘’Usia kuali panggul ini lebih tua dari usia saya, sudah ada sejak zaman ibu saya tahun 1970,’’ kata Erwin.

Erwin yang merupakan putra keempat dari lima bersaudara pasangan (alm) Sumiyatun dan Tukimun memang mendapat wasiat dari keluarga meneruskan jualan sate gule. ‘’Sebelum ibu meninggal, saya diminta untuk belanja bahan jualan. Ibu menyebut beberapa bumbu yang dimaksud,’’ ujar pria 40 tahun itu.

Dari catatan ibunya itu dijadikan Erwin sebagai bumbu warisan keluarga. Sempat ada kekhawatiran di awal-awal meneruskan usaha orang tuanya tersebut. Erwin khawatir sate gule olahannya tak seenak bikinan ibunya. ‘’Tapi, setelah dicoba ternyata rasanya sama,’’ ungkapnya.

Erwin mengisahkan, warung sate gule Bhayangkara dirintis sejak 1960 lalu. Diawali dari buyut. Kemudian diteruskan ke Sumiyatun yang berjualan di Jalan Batoro Katong. Demi berjualan, Sumiyatun harus berjalan sejauh dua kilometer dari rumah. ‘’Ibu saya mulai jualan tahun 1970. Sempat pernah juga kerampokan, hingga membuat ibu saya trauma. Kami sempat nggak jualan beberapa hari,’’ ceritanya.

Setelah semua persoalan berlalu, Erwin sekeluarga kemudian memutuskan pindah lokasi jualan di Jalan Bhayangkara pada 2010. Kini pelanggannya merambah hingga lintas daerah. Bahkan, sate gule Bhayangkara termasuk salah satu kuliner yang digemari oleh Bupati Ponorogo. ****(her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button