Pacitan

Masih Ada Ratusan DPT Ganda di Pacitan

PACITAN –  Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 Pacitan terus bergerak. Setelah ditetapkan Desember lalu, pun direvisi berkali-kali, masih saja  berubah. Terkini didapati 760 pemilih dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) lantaran data ganda. ‘’Kebanyakan salah tulis elemen data. Jadi, ada yang ganda nomor kartu keluarga (NKK) atau nomor induk kependudukan (NIK)-nya,’’ kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Data KPU Pacitan Sittah Annangimah AQ kemarin (22/2).

Sittah memerinci, terdapat tiga elemen kekeliruan. Yakni, NKK invalid sebanyak 225 data, NKK berbeda dengan tanggal lahir 400 data, serta NKK ganda nama 105 data. Jumlah tersebut hampir merata di seluruh kecamatan di Pacitan. Meski tak semua desa terdapat kekeliruan. ‘’Data ini kami temukan setelah pendataan bersama panitia pemungutan suara (PPS) tingkat desa,’’ ungkapnya.

Kecamatan Tulakan, lanjut Sittah, menyumbang kekeliruan data terbanyak. Data NKK beda dengan tanggal lahir 116 kekeliruan. Sementara 11 kecamatan lainnya sekitar 10 hingga 30 data salah. Meski tergolong tinggi, hal itu tak lepas dari jumlah pemilih di kecamatan tersebut yang memang terbanyak. Lebih dari 67 ribu pemilih tersebar di 274 tempat pemungutan suara (TPS). ‘’Kalau dirata-rata, persentase kesalahan hampir sama di setiap kecamatan. Tulakan tinggi karena jumlah pemilihnya juga tinggi,’’ jelasnya.

Atas temuan tersebut, pihaknya bakal menandai PPS masing-masing. Perbaikan tersebut bakal disesuaikan rekomendasi KPU. Sebab, temuan tersebut didapati KPU. Untuk mencoret dari daftar pemilih tetap (DPT), pihaknya harus menyandingkan dengan data dinas kependudukan setempat lebih dulu. ‘’Kami harus telusuri lebih detail, nama demi nama yang tidak kita temukan,’’ paparnya.

Sittah berharap, dengan perbaikan data pemilih tersebut pelaksanaan pesta demokrasi di Pacitan bakal lebih lancar. Selain perubahan, beberapa pemilih khusus pun tercatat. Meski jumlahnya tak lebih dari 10 orang. ‘’Beberapa ada mutasi masuk, dan kita cek di data kependudukan asal tak didapati,’’ pungkas Sittah. (mg6/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button