Madiun

Masih Ada Gelatik Jawa di Kota Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ekosistem Kota Madiun agaknya disukai burung gelatik jawa. Terbukti, habitatnya semakin luas. Pelestari Burung Indonesia (PBI) Madiun mencatat bahwa sebarannya di seluruh wilayah Kota Karismatik. Mulai Rejomulyo hingga Josenan. ‘’Gelatik jawa ini merupakan maskot yang benilai ekonomis,’’ kata Ketua PBI Madiun Catur Prasetyo Minggu (2/2).

Menurut Catur, gelatik jawa mudah dijumpai di Kota Pendekar. Di pihak lain, International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyebut populasi burung bernama latin Padda oryzivora itu sangat menipis. Karena itu, Catur menekankan pentingnya menjaga ekosistem dan kelestarian burung tersebut. ‘’Kami tidak ingin eksploitasi besar-besaran sehingga menjadikan burung ini punah,’’ ujarnya.

Catur menjelaskan, gelatik jawa merupakan jenis burung endemik di Indonesia. Sebarannya terbatas hanya di beberapa wilayah Jawa dan Bali. Burung berukuran kecil dengan panjang sekitar 15 sentimeter itu memiliki warna bulu yang indah. ‘’Juga berkicau, itu yang paling diminati,’’ ungkapnya.

Gelatik jawa, lanjut Catur, memiliki ciri berkepala hitam, pipi putih, dan paruh merah berukuran cukup besar. Burung dewasa berwarna abu-abu, bulu bagian perut cokelat kemerahan, kaki merah muda, dan terdapat lingkaran merah di sekitar mata. ‘’Burung jantan dan betina hampir sama, hanya burung muda berwarna cokelat,’’ urainya.

PBI Madiun telah mengidentifikasi sejak dua tahun terakhir. Selain gelatik jawa, ada beberapa spesies gelatik lain di Kota Madiun. Yakni, gelatik belong, silver, dan putih. Namun, primadonanya gelatik jawa. ‘’Biasanya mulai keluar pukul 05.00,’’ sebut Catur.

Identifikasi juga untuk mengetahui jenis burung lainnya. Sedikitnya terdapat 68 jenis burung di Kota Madiun. Paling banyak burung jenis finch. ‘’Secara umum jenis finch atau emprit melimpah. Karena itu, kami juluki surganya finch,’’ terangnya.

Pihaknya berharap warga turut menjaga kelestarian burung-burung, khususnya gelatik jawa. Terutama menjaga habitat dan mencegah perburuan liar. ‘’Kami mengecam eksploitasi besar-besaran. Mari kita rawat agar alam ini lestari,’’ ajaknya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button