Ponorogo

Mantan Wabup Ida Divonis Enam Tahun Penjara

Putusan MA Lebih Berat dari PN Tipikor Surabaya

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kasus korupsi yang membelit Yuni Widyaningsih akhirnya berkekuatan hukum tetap (inkracht). Seiring diterimanya kasasi yang diajukan jaksa atas dua kali vonis ringan yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya. Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo sudah menerima salinan petikan atas putusan yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA) tersebut. ‘’Sudah kami terima, dan kami diminta memberitahukan kepada para pihak,’’ kata Ketua PN Ponorogo Achmad Satibi Selasa (12/11).

Petikan putusan MA yang dikirim Pengadilan Tipikor itu diterima PN Ponorogo Kamis sepekan lalu (7/11). Kepada Radar Ponorogo, Achmad menjelaskan isi petikan putusan MA. Rupanya, MA menjatuhkan hukuman yang lebih berat dibanding putusan-putusan PN Tipikor sebelumnya. Pun, jauh lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan pertama 2017 lalu. ‘’Terdakwa dijatuhi pidana penjara enam tahun dan denda 200 juta. Jika tidak dibayar, hukuman ditambah enam bulan,’’ terangnya.

Tak cukup dengan memutus pidana penjara enam bulan, MA juga menetapkan pidana tambahan berupa uang pengganti senilai Rp 1,050 miliar. ‘’Intinya mengadili karena putusan kasasi, Yuni Widyaningsih alias Ida terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,’’ sebut Achmad.

Ida dinyatakan korupsi dana alokasi khusus (DAK) pendidikan bersama beberapa pihak lain dalam kurun waktu 2012-2013. Salah satu modus yang terungkap yakni meminta jatah dari pengondisian pengadaan alat peraga untuk ratusan sekolah. Berdasar putusan MA, disebutkan bahwa negara merugi sekitar Rp 2,776 miliar akibat praktik patgulipat selama 2012-2013 itu.

Sempat divonis setahun enam bulan pada April 2017, jaksa penuntut umum (JPU) kala itu mengajukan banding karena terlalu ringan dari tuntutan lima tahun penjara. Pengadilan Tipikor lantas menjatuhkan hukuman empat tahun, namun tidak ada perintah penahanan. Akhirnya, jaksa mengajukan kasasi ke MA. Setelah hampir setahun kasasi diajukan sejak 2018 lalu, MA menjatuhkan putusan yang lebih berat dari putusan hakim tipikor di Surabaya. ‘’PN Ponorogo hanya memberitahukan petikan putusan dari MA. Eksekutornya nanti jaksa,’’ kata Achmad. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button