Madiun

Manguharjo Tertinggi Permintaan Vasektomi

MADIUN – Perkembangan kontrasepsi jenis Metode Operasi Pria (MOP) atau Vasektomi di Kota Madiun terus meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, tingkat kepesertaan aktif KB pria di kota karismatik mencapai 20,22 persen dari target persentase secara nasional yang mencapai 42,07 persen. ’’Progresnya bagus, terus naik,’’ ujar Kabid Keluarga Berencana Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun, Muchaiyan.

Dia mengatakan pihaknya menyambut positif hasil kenaikan yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Untuk jumlah peserta KB aktif ditahun 2017 mencapai 20,335 dari 26,341 jumlah peserta KB aktif dan untuk tahun 2018 mencapai 21,786 dari 28,017. Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun menunjukkan peningkatan jumlah peserta KB MOP pada tahun 2017 sebesar 0,4 persen. Setahun berikutnya bertambah menjadi 1,2 persen.

Angka itu terpaut cukup banyak dengan tingkat kepesertaan KB untuk wanita, khususnya yang menggunakan pil, suntik, implan dan IUD.  Kontrasepsi dengan Metode operasi wanita (MOW) pada tahun 2017 sebesar 12,90 persen, setahun berikutnya menjadi 11,8 persen.

Masih kata Muchaiyan, Vasektomi sebenarnya lebih aman dibandingkan jenis alat kontrasepsi yang lain. Bahkan cara kerja Vasektomi lebih efektif dan tidak menimbulkan efek samping akibat perubahan hormon yang biasanya terjadi pada alat kontrasepsi lainnya. “Vasektomi sebenarnya operasi kecil yang hanya membutuhkan waktu 10-15 menit. Cara kerjanya adalah saluran sperma dioperasi, agar sperma tidak bisa masuk kedalam indung telur wanita,’’ jelasnya.

Dan secara umum tidak akan merugikan pria terutama soal fungsi alat kelamin, apabila pasangan suami istri sudah tidak menginginkan vasektomi, saluran sperma bisa dikembalikan seperti semula.  Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun Agung Sulistya Wardani mengatakan pihaknya akan mengucurkan insentif sebesar Rp 500 ribu yang telah disiapkan pemkot untuk peserta KB pria melalui vasektomi. Langkah ini dipilih guna meningkatkan kepesertaan aktif KB pria yang dinilai masih rendah. ’’Selain untuk stimulus warga yang mau ikut KB pria, juga agar target peserta KB pria bisa tercapai sesuai  prosentase nasional sebesar 42,7 persen,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, target persentase secara nasional sebesar 42,7 persen. Sedangkan realisasi jumlah peserta KB aktif tahun 2019 mencapai 20,22 persen.  “Sudah lumayan baik kenaikan jumlah peserta KB aktif tahun ini, untuk menunjang capaian tersebut, kami maksimalkan kader PPKBK (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Kota,red) sampai ditingkat RT,” tandasnya.

Sesuai data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Madiun tercatat, 1.497 kader PPKBK yang tersebar di semua kecamatan di Kota Madiun. Rinciannya, sekitar 267 kader PPKBK di seluruh RW, 27 kader di kelurahan, dan 1.203 di tingkat RT. ’’Sampai bulan ini. dari capaian saat ini, hanya Kecamatan Manguharjo yang paling tertinggi permintaan vasektominya (KB Pria,red) sebesar 1,6 persen  ”imbuhnya. (mgd/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close