Ngawi

Mangkir Panggilan Satpol PP, Pemilik Kandang di Alas Pecah Beralasan Sakit

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi ­- Upaya Satpol PP Ngawi menguak fakta di balik usaha peternakan ayam di Dusun Alas Pecah, Desa/Kecamatan Geneng, yang diduga ilegal urung terealisasi. Itu lantaran BY, pemilik usaha, mangkir dalam pemanggilan pertama yang dijadwalkan Senin lalu (29/7). ‘’Alasannya karena sakit dan ada kepentingan keluarga,’’ kata Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono Selasa (30/7).

Arif mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan kepada BY pekan lalu usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kandang. Pemanggilan itu untuk klarifikasi seputar perizinan usahanya. Sebab, peternakan ayam dengan kapasitas sekali panen mencapai 58 ribu ekor itu disebut-sebut belum dilengkapi izin alias ilegal. ‘’Kami masih nunggu iktikad baik dari yang bersangkutan dulu,’’ ujarnya.

Dia berharap, BY hadir dalam pemanggilan kedua besok. Pun, pihaknya telah mengirim surat pemanggilan setelah yang bersangkutan berhalangan hadir. ‘’Kalau pemanggilan kedua masih belum bisa hadir akan kami lakukan pemanggilan ketiga,’’ terangnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kemarin, BY memilih tidak mengangkat panggilan melalui telepon genggamnya. Namun, dia membalas pesan WhatsApp yang dikirim Radar Ngawi. BY mengaku saat ini belum bisa memberikan penjelasan seputar peternakan ayamnya itu lantaran masih sakit. ‘’Kalau sudah sembuh saya hubungi,’’ katanya.

Diberitakan sebelumnya, Satpol PP Ngawi melarang usaha peternakan ayam broiler milik BY beroperasi. Langkah itu dilakukan lantaran usaha tersebut belum berizin. Sebelumnya, korps penegak perda menerima pengaduan warga sekitar. Mereka mengeluhkan bau busuk dari kandang tersebut yang dinilai sangat mengganggu.

Sidak pun dilakukan satpol PP bersama sejumlah pejabat dari dinas lingkungan hidup (DLH) dan dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP). Namun, kala itu pemilik peternakan sedang berada di luar kota. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close