PeristiwaPonorogo

Mandi di Sungai, Pelajar SMP Tewas Tenggelam

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kecerobohan Khafid Khoirunizam berujung petaka Rabu (9/9). Remaja laki-laki itu nekat berenang bersama temannya di Sungai Galok, Sampung. Namun, lantaran tak bisa berenang, pelajar SMP itu tewas tenggelam.

Petugas bersama warga butuh waktu empat jam untuk mengevakuasi jasad remaja asal Desa/Kecamatan Sukorejo itu. ‘’Baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.00, Rabu (9/9),’’ kata Kapolsek Sampung Iptu Marsono Kamis (10/9).

Sore itu, Khafid dan empat temannya janjian bertemu di seputaran Sungai Galok. Mereka berlima berniat mandi di sungai itu. Padahal, sungai yang mengalir di Desa/Kecamatan Sampung itu cukup dalam. ‘’Kedalamannya sekitar lima meter,’’ sebut Marsono.

Baru menceburkan diri, Khafid langsung berteriak minta tolong. Marsono menyebut, tiga dari lima remaja itu bisa berenang. Namun, tak mampu menyelamatkan Khafid. Keempat remaja lantas melapor ke warga. Polisi dan petugas badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) datang tak lama kemudian.

Petugas BPBD yang berupaya mengevakuasi terkendala pencahayaan yang minim. Lokasi sangat gelap. Terlebih, kedalaman sungai mencapai lima meter. Sekitar pukul 21.00, Khafid ditemukan sudah tak bernyawa. ‘’Setelah dievakuasi dan diperiksa, hasilnya tidak ada unsur kesengajaan, murni laka air,’’ terangnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button