PacitanPeristiwa

Mancing Berujung Maut, Dua Tewas Tenggelam, Satu Selamat

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Petaka menimpa Ahmad Fauzan dan Wawan Setiawan. Keduanya ditemukan tewas Kamis (17/9) setelah sempat dilaporkan hilang tenggelam diterjang ombak Pantai Langitan, Desa Watukarung, Pringkuku, Rabu malam (16/9).

Peristiwa tragis itu bermula saat Fauzan, Wawan, dan Hadi Widodo pergi memancing bersama. Mereka berangkat selepas magrib dengan membawa stik joran masing-masing. Setibanya di lokasi, ketiganya mencari spot di lereng tebing setinggi tujuh meter dari permukaan laut.

Semula keadaan normal. Hingga akhirnya ombak besar datang menyapu mereka. Fauzan dan Wawan hilang di tengah empasan gelombang laut. Sementara, Widodo berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada bebatuan tebing.

Warga Dusun Pakis, Desa/Kecamatan Punung, itu lantas melaporkan kejadian yang menimpa kedua temannya kepada penduduk setempat untuk kemudian diteruskan ke polisi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). ‘’Tim langsung kami terjunkan, dibantu relawan dan nelayan,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Aswin Rikha Wijaya.

Malamnya proses pencarian dua korban tenggelam nihil. Baru keesokan paginya (17/9) petugas berhasil menemukan Fauzan dengan kondisi sudah tidak bernyawa mengambang di kawasan Pantai Langitan. Korban yang merupakan pegawai Puskesmas Bomo itu langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Janti, Desa/Kecamatan Pringkuku, setelah divisum.

Petugas kembali melakukan penyisiran untuk mencari Wawan. Warga Dusun Kebon, Desa/Kecamatan Punung, itu akhirnya dapat ditemukan. Pun dalam kondisi sudah meninggal. Berselang 7–8 jam pasca penemuan jasad Fauzan. (mg2/c1/her)

Mantri yang Humoris Itu Telah Pergi

AHMAD Fauzan yang ditemukan tewas tenggelam saat memancing di lereng tebing masuk kawasan Pantai Langitan, Desa Watukarung, Pringkuku, memukul perasaan Arif Hendrawan. Sebab, antara dirinya dengan korban kenal dekat. Bahkan, Arif dan Fauzan merupakan rekan sesama tenaga kesehatan (nakes).

Karena itu, dia mengaku kaget ketika mendapat kabar bahwa temannya satu mes itu hilang tenggelam disapu ombak Pantai Langitan Rabu malam lalu (16/9). ‘’Tidak ada firasat apa-apa. Bahkan, saat akan berangkat memancing, masih sempat mengobrol. Tidak tahunya itu perjumpaan terakhir saya dengannya (Fauzan, Red),’’ kata Arif Kamis (17/9).

Arif tidak menampik korban memang hobi memancing. Bahkan, dulu Fauzan sering mengajaknya memancing di beberapa pantai di Pacitan. ‘’Selama ini korban tinggal di mes puskesmas, termasuk dengan saya juga. Korban malah jarang pulang ke rumah. Meskipun sebenarnya dekat, di Janti, Pringkuku,’’ ungkapnya.

Perasaan kehilangan juga dialami oleh Sadiyem. Warga Desa Bomo, Punung, itu mengaku terpukul setelah mendengar kabar duka tentang Fauzan. ‘’Tentu merasa kehilangan. Korban semasa hidup dikenal baik dan humoris kepada pasiennya. Sekalipun bukan asli sini, tapi kami sudah menganggap korban adalah bagian dari warga Bomo,’’ ujarnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pacitan dr Hendra Purwaka turut merasa kehilangan sosok nakes yang berdedikasi tinggi pada pekerjaannya itu. Sebab, Hendra sudah mengenal korban sejak dua dekade lalu. ‘’Orangnya (Fauzan, Red) mudah diajak komunikasi, suka bergaul, dan temannya banyak. Dia juga tipikal orang yang punya kemauan keras dan kuat pada sesuatu yang dianggap prinsip. Tentu kami merasa kehilangan atas kepergiannya,’’ ucapnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close