Madiun

Manasik Haji, Libatkan 3.500 Pelajar SD

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan anak sekolah dasar (SD) di Kota Pendekar mengikuti manasik haji di kompleks Wisma Haji Kota Madiun Kamis (8/8). Baik siswa laki-laki maupun perempuan, semuanya mengenakan baju ihram seperti layaknya orang pergi berhaji. ’’Totalnya 3.500 siswa,’’ kata Ketua Panitia Manasik Haji Kota Madiun Mashuri.

Agenda rutin tahunan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Heri Wasana, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Munir, dan 64 kepala SD se-Kota Madiun. Juga UPT dinas pendidikan serta pengawas guru pendidikan agama Islam. ’’Panitianya sekitar 60 orang lebih, semuanya guru pendidikan agama Islam (PAI) se-Kota Madiun,’’ jelasnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.15 itu diawali dengan upacara terlebih dahulu. Adanya agenda ini diharapkan dapat menanamkan nilai keagamaan kepada siswa agar menjadi anak yang saleh dan salehah. ‘’Manasik haji ini untuk mengenalkan kepada siswa tentang salah satu rukun Islam,’’ papar Mashuri.

Sembari menunggu nomor urutan sekolahnya dipanggil, polah tingkah anak SD terlihat lucu. Ada yang duduk bersila di tengah teriknya matahari, ada yang menjahili temannya, dan ada pula yang keluar barisan untuk membeli camilan. ‘’Saat tiba giliran urutan SD-nya jalan, mereka mengikuti dengan tertib,’’ ujarnya.

Seluruhnya lumayan lancar mengikuti pembimbing melafalkan bacaan-bacaan ibadah haji. Terang saja, mereka sudah diajarkan di sekolah masing-masing sejak dua bulan lalu. Mulai dari bacaan hingga urutan jalannya. ‘’Semua sudah melakukan simulasi di SD masing-masing sejak bulan Juni,’’ terang Mashuri.

Dengan bersemangat, salah seorang peserta manasik haji, Arya Ganesha, bisa bangun pagi tanpa dibantu orang tuanya. Padahal, siswa kelas V itu biasanya sulit dibangunkan untuk sekolah.

Prasti Handayani, sang ibu, mengaku senang dengan adanya giat ini. Dia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa islami dan memberi pengetahuan tentang haji. ‘’Semoga dengan ini anak saya jadi tambah sregep salat dan ngaji,’’ ucapnya.

Jumiati, wali murid lainnya, juga mengatakan hal serupa. Dia mengatakan bahwa putranya bisa bangun lebih pagi. Bahkan berangkat pukul setengah enam. ‘’Anaknya semangat. Hari ini (kemarin, Red) bangun sendiri. Biasanya susah dibangunin,’’ katanya. (mgd/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close