Madiun

Malioboro-kan Jalan Jawa dan Pangsud

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Percepatan pembangunan ekonomi di Kota Madiun terus digenjot. Sedikitnya enam proyek atau program prioritas bakal dikerjakan tahun ini. Termasuk menggarap konektivitas pedestrian ke Pahlawan Street Center (PSC). Terutama dari Jalan Jawa ke PSC dan Pahlawan ke Panglima Sudirman (Pangsud).
Anggaran sebesar Rp 8 miliar disiapkan untuk kegiatan fisik tersebut. ‘’Di Jalan Jawa nanti juga akan dibangun kantong parkir kendaraan, tepatnya di bekas lahan SMPN 12 Madiun dan di Pelti,’’ kata Kepala DPUPR Kota Madiun Suwarno, Kamis (29/4).

Mantan kepala pelaksana BPBD itu menyebut, jalan di sekitar nol kilometer kelak terkoneksi dengan PSC. Model jalur pedestriannya sama dengan yang ada di sepanjang Pahlawan alias Malioboro-nya Kota Madiun. Hanya, proses pengerjaannya dilakukan bertahap. ‘’Termasuk di antaranya ke Cokroaminoto akan dikerjakan tahun depan,’’ ujarnya.
Suwarno menuturkan, pembangunan pedestrian di Jalan Pangsud dan Jawa seperti halnya di PSC bertujuan mengerek sektor ekonomi. Terutama di Pangsud yang banyak kompleks pertokoannya. ‘’Nanti itu sampai ke alun-alun juga,’’ terangnya.

Penataan kawasan PSC juga mencakup Sumber Wangi. Saat ini prosesnya sudah mulai tender. Nilainya sekitar Rp 6,7 miliar. ‘’Tahun ini pemasangan box culvert dan pedestrian di atas saluran tembus ke selatan, Jalan Kalimantan,’’ papar Suwarno.

Dia menambahkan, grand design kelanjutan pembangunan itu tidak jauh dari konsep yang telah tuntas dikerjakan. Box culvert dipasang di saluran, kemudian di atasnya dipasang granit. Selain faktor estetika, penggunaan granit atas pertimbangan tidak licin saat basah diguyur hujan. ‘’Nanti yang di sisi barat akan dibangun replika bangunan (Belanda) untuk menutup bangunan rumah warga supaya tidak terkesan ada kekumuhan,’’ urainya.

Soal replika keajaiban dunia di Sumber Wangi, Suwarno mengatakan bahwa tahun ini sebatas pendirian replika rumah Belanda dan jembatan penyeberangan. Sedangkan ikon Menara Eiffel, jam Big Ben, dan kincir angin dilakukan saat perubahan anggaran keuangan (PAK) 2020 atau tahun depan. ‘’Jadi, belum sampai ke situ. Hanya jembatan dan replika rumah yang di dekat Plaza Madiun,’’ katanya.

Sementara, enam proyek atau program prioritas bakal dikerjakan tahun ini meliputi pembangunan Jalan Rimba Dharma, Jawa-Panglima Sudirman, Tirta Raya, saluran Sumber Umis tahap II, normalisasi saluran Jalan Mangga-Pasar Besar Madiun (PBM), dan pengerjaan pintu air Kaswari.

Suwarno menyebut, sebagian dari proyek itu telah dilelang. Salah satunya normalisasi saluran Jalan Mangga menuju PBM. Nilai pagunya mencapai Rp 1,9 miliar. ‘’Normalisasi dilakukan dengan menambah dimensi saluran, karena di situ setiap hujan selalu tergenang,’’ ungkapnya.

Proyek lain yang juga bakal digarap tahun ini adalah normalisasi Kali Piring. Tujuannya untuk memperlancar aliran air kiriman dari Kabupaten Madiun sehingga tidak menggenang di wilayah kota. ‘’Kami tidak janjikan bebas banjir. Setidaknya meminimalkan terjadinya banjir karena wilayah kota terkait dengan daerah lain. Misalnya muara air di wilayah utara kota itu ke Kali Jeroan di Kabupaten Madiun,’’ bebernya. (her/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button