Madiun

Malioboro Jilid Dua Ditarget Rampung Lebaran

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan Malioboro-nya Kota Madiun jilid dua dimulai bulan depan. Jalur pedestrian di Jalan Pahlawan itu merupakan kelanjutan jalur pedestrian yang selesai dibangun di depan balai kota.

Panjangnya sekitar 400 meter membentang dari selatan Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Perempatan Tugu. Lebar trotoar yang semula dua meter bakal dilebarkan menjadi 4,5 meter. Sementara tinggi trotoar dikurangi dari 30 sentimeter tinggal 10 sentimeter.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun Jariyanto mengatakan, pekerjaan fisik tinggal menanti penebangan pohon ayoman tepi jalan oleh dinas perumahan dan kawasan pemukiman (disperkim). ‘’Proses lelang sudah, target pekerjaan fisik dimulai Maret dan selesai dalam enam bulan. Agar saat Lebaran dapat difungsikan,’’ kata Jariyanto.

Anggaran yang disiapkan untuk penataan jalur pedestrian tahap dua itu sebesar Rp 7,7 miliar. Diproyeksikan jalur tersebut bakal menjadi jujukan bagi warga setempat maupun luar kota. ‘’Lebar dan panjangnya serupa di depan balai kota,’’ ujarnya.

Mengacu pembangunan sebelumnya, juga bakal dilengkapi berbagai fasilitas tambahan. Mulai kursi, taman, lampu artistik, hingga beberapa ornamen pernak-pernik lainnya. Seluruhnya mempertimbangkan aspek estetika. ‘’Semuanya sama, termasuk material,’’ tuturnya.

Selain memprioritaskan ukuran, DPUTR juga memperhatikan material yang digunakan. Lantai trotoar, misalnya, tidak menggunakan keramik melainkan granit. Selain menghindari licin, pemilihan material itu untuk menimbulkan kesan alam. Badan pedestrian juga bakal dipasangi bollard. Untuk mencegah pengendara roda dua yang melintas trotoar saat macet. ”Bollard-nya berbentuk L untuk menutup jalur pedestrian,” terangnya.

Jariyanto menyebut, jalur pedestrian itu multifungsi. Sebagai ruang untuk mengoneksikan dan mengintegrasikan fasilitas umum satu dengan lainnya. Selain memberikan ruang bagi pejalan, juga menjadi wadah berinteraksi. ‘’Fungsi-fungsi tambahan inilah yang nantinya dapat dimanfaatkan publik,’’ imbuhnya.

Dia tidak menampik pembangunan pedestrian mengurangi lebar jalan. Dari semula 14 meter menjadi 12 meter. Sehingga mengurangi kapasitas volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut. ‘’Median jalannya nanti kami lihat apakah mengganggu atau tidak,’’ katanya.

Dimungkinkan, dengan penyempitan lebar jalan itu median dibongkar. Mulai titik utara pertigaan Jalan Sulwesi hingga Perempatan Tugu. ‘’Jika tidak mengganggu, tetap dipertahankan. Kami kaji dulu nanti di lapangan,’’ ujarnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button