Madiun

Maling Motor Dihakimi Massa

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Andhi Fredian Irianto babak belur dimassa. Residivis kasus pencurian dan penggelapan sepeda motor itu tertangkap basah hendak mencuri Yamaha Vixion di Jalan Margobawero, Kelurahan Mojorejo, Taman, sekitar pukul 15.00, Jumat (30/4).

Naluri kejahatan Andhi langsung muncul saat melihat motor Zulianto itu terparkir di pinggir jalan dengan kunci kontak tertancap di stopkontak. Warga Kelurahan Nambangan Kidul, Manguharjo, itu menghampiri korban yang sedang bekerja memperbaiki rumah warga. ‘’Pelaku pura-pura menanyakan tempat bengkel motor terdekat,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Fatah Meilana, Sabtu (1/4).

Setelah kondisi dirasa aman, Andhi pun beraksi. Sepeda motor Yamaha Vixion milik warga Desa Bantengan, Wungu, Kabupaten Madiun, itu distarter. Ketika hendak memacu sepeda motor, Zulianto memergokinya. Korban lantas berteriak maling hingga warga sekitar mengejar.

Tak butuh waktu lama, warga berhasil menangkap Andhi tak jauh dari lokasi kejadian. Tanpa dikomando mereka menghajar pelaku curanmor itu hingga babak belur. Beruntung polisi cepat datang mengamankan. ‘’Motor sempat didorong pelaku sejauh lima meter. Saat dinyalakan, korban memergokinya,’’ terang Fatah.

Hasil pemeriksaan polisi, Andhi pernah terlibat sejumlah kasus curanmor. Total di sembilan tempat kejadian perkara (TKP) wilayah hukum Polres Madiun Kota. Pelaku juga pernah mendekam di Lapas Cebongan dan Lapas Madiun karena kasus yang sama. ‘’Bahkan, ketika dipenjara di Lapas Madiun pelaku sempat kabur. Jadi, yang bersangkutan sudah lama kami cari,’’ tuturnya.

Fatah mewanti-wanti warga untuk selalu waspada. Terutama menjelang Lebaran. Terlebih dalam dua hari terakhir sempat terjadi kasus pencurian di wilayah hukum Polres Madiun Kota. Pelakunya sama-sama babak belur dimassa. Fatah memastikan antisipasi kejahatan serupa bakal dilakukan pihaknya dengan meningkatkan patroli. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button