ePaperNgawi

Malang Nian Nasibmu Nak! Kecemplung Kuali saat Ibu Layani Pembeli

NGAWI – Malang nian nasib Muhammad Qowiyul Amin. Punggung hingga bokong bocah 2,5 tahun itu melepuh akibat terkena air mendidih. Kini, Amin tengah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soeroto Ngawi. Sebelumnya, korban dirawat di klinik kesehatan tak jauh dari tempat tinggalnya. ‘’Sudah agak mendingan ini, sebelumnya rewel terus,’’ kata Nurul Wahidah ibunya, Kamis (20/6).

Nahas menimpa bayi yang tengah lucu-lucunya ini pada Selasa lalu (18/6) sekitar pukul 09.00. Kala itu, Nurul sedang memasak air minum di kuali. Pada saat bersamaan, Amin bermain tak jauh dari tempat ibunya beraktivitas. Sesaat setelah mendidih, kuali berukuran besar itu diangkat dari tungku perapian. Sebagian air dipindahkan ke termos.

Tidak lama berselang, Nurul beranjak ke warungnya karena ada pembeli. Amin ditinggal sendirian di dapur. Belum rampung meladeni pengunjung, telinganya mendengar tangisan keras buah hatinya. Seketika, perempuan itu buru-buru menuju dapur.

Matanya terbelalak melihat Amin yang menangis kesakitan di kuali berisi air panas. ‘’Kuali sudah saya tutup sebenarnya. Kemungkinan Amin berjalan mundur, kesandung, kemudian jatuh ke dalam kuali,’’ jelas warga Dusun Gandu, Desa Jambangan, Paron, tersebut.

Beruntung air dalam kuali sudah berkurang untuk isi termos. Kendati begitu, tubuh bagian belakang Amin tak luput dari petaka. Punggung hingga bokong korban yang kala itu hanya mengenakan kaos dalam dan pampers melepuh akibat tersengat air panas. ‘’Saya teriak panggil-panggil suami. Kemudian mengangkat Amin dan membawanya ke klinik,’’ terang Nurul. ‘’Kurang lebih dua kilo jaraknya dari rumah,’’ imbuhnya.

Setelah dua hari menjalani perawatan di klinik kesehatan, orang tua Amin minta surat rujukan ke rumah sakit. Nurul berharap luka bakar anaknya cepat sembuh. ‘’Kalau di rumah sakit alat-alatnya kan lebih lengkap. Selain itu, bisa mendapatkan pengobatan gratis dengan KIS (kartu Indonesia sehat, Red). Ini suami sedang mengurusnya,’’ sebutnya.

Beberapa bagian luka bakar yang dialami Amin kini mulai mengering. Namun, ada juga yang memerah akibat lepuhan kulit terkelupas. Balita malang tersebut sementara ini hanya bisa tengkurap di tubuh ibunya. ‘’Sampai sini (RSUD, Red) tadi (kemarin) sekitar pukul 11.00. Sudah diinfus dan diambil darah untuk dites laboratorium. Katanya masih antre ruangan,’’ kata Nurul.

Plt. Kabid Pelayanan RSUD dr. Soeroto Ngawi Indah Pitarti mengatakan, pihaknya telah memberikan penanganan kedaruratan serta pertolongan pertama. Pun, penanganan Amin sudah dikonsultasikan kepada dokter spesialis bedah anak. ‘’Pasien mengalami luka bakar grade II, tidak terlalu parah. Luka bakarnya sekitar 17 persen,’’ ungkap Indah. (den/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close