Opini

Maksimalkan Pembangunan, Berdayakan Pendidikan

Oleh: PARJI, Rektor Universitas PGRI Madiun 

PEMBANGUNAN di segala bidang setahun terakhir di Kota Madiun cukup membanggakan. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Wali Kota Madiun Maidi dan Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri (MaDa). Harus diakui dinamika perubahan di Kota Karismatik cukup dirasakan masyarakat. Melalui berbagai program yang telah dijalankan. Kebetulan, penulis sekaligus akademisi tentu memiliki kewajiban untuk turut memantau seluruh program yang digulirkan pemimpin daerah.

Program pemberdayaan bidang ekonomi kerakyatan dapat dilihat setiap hari Minggu melalui Sunday Market. Saat ini tentu gudangnya pedagang kaki lima (PKL), pelaku ekonomi kreatif, dan UMKM itu masih rehat  sejenak lantaran pandemi. Pada sisi lain, jalur pedestrian yang merupakan jalur transportasi publik khususnya para pejalan kaki tengah digalakkan.

Sejatinya jalur pedestrian merupakan subkultur budaya sosial masyarakat. Selain untuk pejalan kaki, jalur tersebut berfungsi sebagai wahana interaksi sosial. Tentu hal itu dapat mengundang berbondong-bondong warga berkunjung. Akhirnya, roda ekonomi turut terkerek. Meskipun lagi-lagi terkendala wabah yang membuat situasi serbasulit.

Konsep mendatangkan orang sebanyak-banyaknya dengan memaksimalkan pembangunan, sektor jasa, tawaran program, dan investasi itu hasil akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat. Meskipun sekali lagi pandemi mengubah segalanya. Namun, apa yang telah dilakukan pasangan MaDa selama setahun terakhir ini patut mendapatkan apresiasi.

Kendati demikian, ada satu hal yang bisa menjadi catatan. Pentingnya melibatkan akademisi dan perguruan tinggi untuk memaksimalkan konsep mendatangkan orang sebanyak-banyaknya itu. Salah satu alternatif yang dapat ditempuh yakni merancang Kota Madiun menjadi ikon Kota Pendidikan di wilayah bagian barat Jawa Timur. Sinergitas perguruan tinggi penting agar kota ini dapat meningkat ke level yang lebih tinggi.

Apalagi selama ini ikon Kota Pendidikan khususnya di Jawa Timur hanya berkutat dengan kota-kota besar seperti Surabaya dan Malang. Sudah waktunya akademisi diajak berpartisipasi. Memberikan masukan konstruktif untuk membangun bersama. Sehingga Kota Madiun akan terus menjadi jujukan akses pendidikan di Madiun Raya. Tidak mustahil meningkat ke level nasional bahkan internasional.

Ada berbagai dampak positif jika alternatif ini ke depannya ditempuh. Efeknya dapat memajukan sektor lainnya dengan adanya pelajar dari berbagai daerah. Bahkan dampak positif ini dapat menyentuh pada lapisan paling bawah seperti PKL, dan warga di sekitar perguruan tinggi. Akhirnya semakin sejahteralah masyarakat Kota Madiun. Sekali lagi, sinergitas dan menggandengkan antarprogram patut dicoba ke depan.

Masukan kedua yang patut dipertimbangkan yakni memaksimalkan seluruh sistem pendidikan. Salah satunya dewan pendidikan yang selama setahun terakhir vakum. Kepengurusan yang vakum tidak boleh terlalu lama dibiarkan. Agar fungsi pendidikan daerah dapat berjalan dengan semestinya. Pun, pemberdayaan komite sekolah dan partisipasi publik perlu ditingkatkan untuk menjadi kontrol.

Kebetulan penulis melakukan riset untuk mata pelajaran yang perlu mendapatkan perhatian. Dari hasil riset yang kami lakukan, khususnya di tiga tahun terakhir, mapel matematika masih menjadi momok bagi peserta didik. Pun nilai matematika tidak lebih baik dari mapel lainnya. Baik jenjang pendidikan setingkat SD maupun SMP. Sehingga perlu ada strategi khusus untuk memecahkan permasalahan ini.

Terakhir, selaku akademisi, kami apresiasi atas seluruh kinerja MaDa selama setahun ini. Semoga ke depan sinergitas dan para akademisi turut dilibatkan untuk memajukan daerah. Selamat dan sukses!

*(disarikan dari wawancara Nur Wachid, wartawan Jawa Pos Radar Madiun) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close