Advertorial

Makna Hari Lahirnya Pancasila Menurut Ketua DPRD Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sering dijumpai warga melupakan bunyi dari lima butir Pancasila. Namun, Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar meminta masyarakat tidak sekadar menghafalkannya, namun juga mengamalkannya. ‘’Bangsa kita saat ini persatuan antar warganya rentan terpecah karena perbedaan sudut pandang,’’ katanya, Rabu (2/6).

Lima sila yang digambarkan lambang berbeda itu lahir dari buah pikir dan perjuangan. Presiden pertama Soekarno yang diyakini sebagai penggali ide. Juga rapat Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Berbagai peristiwa mewarnai sebelum lahirnya Pancasila 76 tahun silam. ‘’Perjuangan berat itu tentunya harus diingat dan menancap betul pada generasi milenial,’’ ujarnya.

Heru menerangkan, Pancasila diilhami dari kondisi masyarakat saat kolonial Belanda. Kala itu musuh bangsa adalah penjajah. Sehingga persatuan mudah dibentuk. Namun, setelah merdeka, musuh terberat adalah bangsa itu sendiri. ‘’Karena itu, pemahaman Pancasila sangat penting,’’ tuturnya.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, Pancasila bila diamalkan dalam keseharian akan memperkokoh bangsa. Persatuan tersebut tidak melihat suku, budaya, bahasa, dan agama. ‘’Dengan memupuk persatuan ke generasi milenial, maka akan terwujud Indonesia yang hebat,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button