Madiun

Maidi Minta Warga Tidak Terlena Zona Hijau

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Predikat zona hijau yang sempat disandang sehari beberapa waktu lalu berhasil diraih kembali Senin (20/7). Dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur, Kota Madiun satu-satunya daerah yang telah berstatus zona hijau. Zona terendah penyebaran Covid-19 itu tak lepas dari tiadanya penambahan kasus baru selama sepekan terakhir.

Wali Kota Madiun Maidi meminta masyarakat tidak terlena dengan kabar gembira ini. Protokol kesehatan tetaplah menjadi keniscayaan yang harus dipatuhi setiap saat. ‘’Bukan berarti kita bebas melakukan aktivitas,’’ kata Maidi.

Maidi menegaskan, kembali direbutnya status zona hijau menandakan bahwa strategi intervensi berbasis lokal yang digalakkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun berjalan efektif. Meski baru dibentuk beberapa hari, Penegak Protokol Kesehatan Tangkal Corona Virus agar Warga Sehat (Pendekar Waras) ikut ambil peranan. ‘’Mari bersama menjaga zona hijau ini. Tingkatkan kedisiplinan, yang melanggar diingatkan,’’ lanjut ketua TGTPP Covid-19 Kota Madiun itu.

Pendekar Waras digawangi 2.300 personel. Mereka disebar untuk mengawasi setiap aktivitas di berbagai sektor. Mulai keagamaan, budaya, perekonomian, hingga hiburan. ‘’Zona berubah, tapi pola masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan jangan ikut berubah. Justru lebih ditingkatkan,’’ tegasnya.

Jubir TGTPP Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah menegaskan, indikator perubahan status itu secara detail langsung dipaparkan oleh Pemprov Jatim. Mengacu persentase kenaikan kasus. Terhitung sejak 13 Juli hingga kemarin, tidak ada penambahan kasus baru. Tracing (pelacakan) dilanjutkan rapid test serta pemantauan ketat prosedur karantina, menjadi indikator lainnya. ‘’Sejatinya kami tidak pernah memikirkan indikator. Yang kami pikirkan bagaimana agar pencegahan ini bisa berjalan maksimal,’’ ujarnya.

Aflah berharap status zona hijau yang sempat disandang beberapa waktu lalu dapat menjadi pembelajaran bagi semuanya. Sebab, pasca perubahan zonasi kali pertama itu, banyak masyarakat mengabaikan protokol kesehatan sehingga memicu penambahan kasus baru. ‘’Penambahannya saat itu seperti melompat. Jangan sampai terulang lagi. Penting diingat, kami tidak pernah mempersulit aktivitas masyarakat. Tapi mengajak semuanya mematuhi protokol kesehatan agar ekonomi kembali berjalan seiring pencegahan,’’ tegasnya.

Aflah menambahkan, meskipun zona kerawanan telah berubah, upaya pencegahan persebaran Covid-19 tetap digencarkan. Kemarin gapura Pahlawan Street Center yang dilengkapi pancuran air telah diaktifkan kembali. Gapura di ujung Jalan Pahlawan itu efektif memecah keramaian pengendara lalu lintas. ‘’Meskipun sempat menuai pro kontra, masukan dari masyarakat kami tindak lanjuti. Ketinggian dan lebar gapura mungkin akan ditambah,’’ katanya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close