Advertorial

Maidi Jadikan Sekolah Tempat Isoter, hingga Bagi Sembako ke PKL

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun berencana membuka ruang perawatan isolasi terpadu (isoter) di sekolah. Wali Kota Maidi menyampaikan bahwa sekolah dipakai lantaran memiliki fasilitas yang lengkap.

Maidi mengaku ada 12 sekolah yang disodorkan dinas pendidikan (dindik) untuk dijadikan tempat isoter. Dari jumlah tersebut enam sekolah siap ditempati. Sedangkan, sisanya sebagai cadangan. ‘’Nantinya digunakan untuk merawat pasien kategori OTG (orang tanpa gejala). Sehingga, harapannya tidak ada lagi yang menjalani isolasi mandiri di rumah,’’ katanya, Rabu (28/7).

Enam sekolah yang telah disiapkan sebagai tempat isoter itu meliputi SDN 1 Winongo, SDN 2 Tawangrejo, SMPN 5 Madiun, SDN 1 Tawangrejo, SMPN 10 Madiun dan SDN Banjarejo. Pengecualian khsusus SDN Banjarejo. Hasil pemantauan dindik rehab ruang kelas di sekolah tersebut belum rampung. Sehingga, rencana diganti SDN 1 Pandean.

Maidi sempat meninjau dua dari enam sekolah tersebut kemarin. Yaitu di SDN 1 Winongo dan SDN 2 Tawangrejo. Dia ditemani Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) dr. Denik Wuryani dan Kadindik Lismawati.

Dia mengatakan tempat isoter bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 itu bakal memanfaatkan bangunan ruang kelas yang baru saja rampung direhab tahun lalu. Misalnya di SDN 1 Winongo. Pihak sekolah berencana mengalihfungsikan 8–10 ruang untuk tempat karantina. Begitu juga di SDN 2 Tawangrejo. Di setiap ruangan itu akan dilengkapi sejumlah fasilitas. Seperti bed, meja, dan oksigen. ‘’Nanti ada enam perawat yang stand by memantau kondisi kesehatan mereka,’’ ujar Maidi.

Selain fasilitasnya lengkap, kata Maidi, ruang kelas di enam sekolah tersebut mampu menampung lebih dari 30 pasien. Alasan selanjutnya, percepatan pelayanan. Karena sekolah-sekolah tersebut berada dekat dengan puskesmas. Sehingga, ketika pasien isoman perlu tindakan medik cepat tertangani. ‘’Selain itu, para tenaga kesehatan di puskesmas tidak harus pontang-panting ke rumah warga yang digunakan isolasi mandiri,’’ terang mantan Sekda Kota Madiun tersebut.Di samping itu, kebijakan makan di tempat kembali dilonggarkan oleh pemerintah. Hanya saja waktu dine in di rumah makan maupun warung selama masa perpanjangan PPKM Level 4 itu dibatasi. Maksimal hanya 20 menit. Pembatasan waktu tersebut diatur dalam Instruksi Wali Kota Madiun nomor 19/2021.

Wali Kota Madiun Maidi berharap para pelaku usaha restoran maupun pedagang kaki lima (PKL) memanfaatkan kelonggaran waktu tersebut dengan baik. ‘’Tapi, protokol kesehatannya harus diterapkan. Jangan sampai sudah diberi kelonggaran seperti ini justru prokesnya diabaikan. Karena kalau ada yang positif satu orang saja misalnya, maka akan merepotkan yang lain,’’ katanya.

Dia menyakini dengan adanya pembaharuan kebijakan itu dapat mendorong perekonomian masyarakat yang sempat tersendat ketika PPKM Darurat lalu. Maidi menambahkan pihaknya juga telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dan sejumlah uang ke PKL sebagai modal berjualan. ‘’Dengan begini perekonomian Kota Madiun berjalan,’’ ujar pejabat asal Magetan itu. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button