Advertorial

Maidi Beri Kejutan Garda Terdepan Tangani Pandemi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Beratnya tugas tenaga kesehatan di masa pandemi disadari betul Wali Kota Madiun Maidi. Tidak keliru jika dia menyempatkan waktu memberikan kejutan kepada perawat di RSUD Kota Madiun Selasa (16/3). Tanpa ada rencana sebelumnya, Maidi menyerahkan rangkaian bunga kepada perawat di rumah sakit pelat merah tersebut.

Menurut dia, kejutan itu sebagai simbol dukungan moril kepada garda terdepan penanganan Covid-19 yang berisiko terpapar. Sekaligus apresiasi kepada mereka pada momen Hari Perawat Nasional yang jatuh hari ini. ‘’Perawat adalah tenaga medis garda terdepan, pahlawan yang mengabdikan diri untuk masyarakat,’’ kata Maidi.

Tidak hanya memberi kejutan, Maidi menyatakan bahwa pemkot juga memberikan perhatian khusus. Salah satunya, mengubah sistem kerja dari semula tiga sif menjadi 4-5 sif. Upaya itu dilakukan untuk memastikan kondisi perawat tetap fit dalam menjalankan tugasnya. ‘’Perawat harus dijaga, tidak boleh capek-capek. Tetap sehat untuk menyehatkan pasien,’’ ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Madiun itu juga menyempatkan diri menyapa perawat di ruang isolasi Paviliun Cendana. Melalui monitor closed-circuit television (CCTV) dan sambungan telepon di ruang antara, Maidi menyampaikan dukungan kepada perawat yang tengah mengenakan pakaian hazardous materials (hazmat) di ruang isolasi. ‘’Apa yang dilakukan (perawat) merupakan amal yang baik dan kesempatan yang tidak terulang,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun dr Denik Wuryani menambahkan, vaksinasi kepada perawat merupakan salah satu cara agar mereka terlindungi dari Covid-19.

‘’Semoga perawat bisa melaksanakan tugasnya dengan baik dan diberikan perlindungan,’’ harap Denik sembari menyebut sejauh ini vaksinasi perawat telah tuntas 95 persen. Sisa lima persen karena tidak lolos skrining kesehatan dan memiliki penyakit penyerta.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi menyebut bahwa vaksinasi terbukti menurunkan jumlah pasien Covid-19. Pekan ini, misalnya, penurunan mencapai 40 persen. ‘’Hal itu juga tidak terlepas dari kerja keras para perawat mendampingi para pasien serta kedisiplinan mereka menjalankan protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Agus membeberkan, dari total tenaga di RSUD Kota Madiun sebanyak 627 orang, 332 di antaranya merupakan perawat. Sementara, yang bertugas di ruang isolasi -Paviliun Cendana dan Wijaya Kusuma- 26 orang. ‘’Kami ucapkan selamat ulang tahun ke-47 perawat Indonesia. Khususnya perawat di kota ini,’’ tuturnya.

Dia tidak menampik ada beberapa perawat yang terpapar Covid-19 meski hanya bergejala ringan. Pun, memastikan perawat yang terinfeksi telah pulih dan bekerja kembali. ‘’Begitu terindikasi terpapar, segera isolasi, tracing masif, dan tes masal. Alhamdulillah, sudah tidak ada yang terinfeksi dan yang meninggal nihil,’’ ucapnya. (kid/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button