Ponorogo

Mahasiswa Ponorogo Tolak UU Cipta Kerja

Pengusaha Berpesta, Rakyat Menderita

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tak peduli hanya tujuh orang. Para mahasiswa menggelar aksi di depan gedung DPRD Ponorogo Rabu (7/10). Mereka berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Ponorogo. ‘’Kami menuntut omnibus law UU Cipta Kerja dicabut,’’ desak Fandi Choirul, koordinator aksi.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Studi Ponorogo itu memulai aksinya sekitar pukul 14.00. Masing-masing membawa poster berisi protes atas perundangan sapu jagat yang disahkan DPR RI, Senin lalu (5/10). Di antaranya bertuliskan: DPR Dewan Pengkhianat Rakyat, Pengusaha Berpesta Rakyat Menderita. Mereka juga menyatakan mosi tidak percaya.

Para mahasiswa berupaya menyalurkan aspirasi masyarakat yang kecewa akan pengesahan UU Cipta Kerja tersebut. Sebab, ada banyak pasal kontroversial yang merugikan kaum buruh. ‘’Buruh diupah murah, sumber daya alam terancam investor yang akan dengan mudah mendirikan pabrik,’’ sebutnya.

Fandi cs juga mempersoalkan pasal yang merugikan pekerja perempuan. Sebab, UU itu menghapus hak cuti haid. Berbagai pasal dinilai semakin menjatuhkan harapan para buruh agar sejahtera. Sebab, selama ini banyak buruh yang tidak dibayar sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK). ‘’UMK dihapus dan mengikuti upah minimum provinsi (UMP). Ini makin memberatkan buruh,’’ protesnya.

Rencana beraudiensi dengan anggota DPRD gagal. Sejak pukul 14.00 hingga sore, Fandi dan kawan-kawan tidak ditemui satu pun anggota DPRD. Mereka kecewa dan mengancam  menggelar aksi lebih besar. ‘’Kami tetap pada posisi menolak, dan akan terus berunjuk rasa sampai omnibus law dicabut,’’ janjinya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close