MadiunPendidikan

Mahasiswa Kurang Mampu Dibiayai Pemkot

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun berkomitmen mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Salah satunya, dengan mendorong siswa kurang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Yakni, melalui bantuan beasiswa mahasiswa (BBM). Anggaran BBM mencapai Rp 3,6 miliar per tahun.

Kasubag Perencanaan dan Kepegawaian (Renpeg) Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Nur Suciyati menyebut, hingga kini total 392 mahasiswa penerima BBM. Itu akumulatif sejak program tersebut digulirkan kali pertama 2014 silam. ‘’Tentunya juga yang saat ini masih menjalani perkuliahan,’’ kata Nur Minggu (8/12).

Tahun ini 188 penerima yang terjaring. Sedangkan 204 mahasiswa sisanya merupakan penerima lama yang masih menjalani perkuliahan. Kendati demikian, tahun ini masih ada sekitar 20 yang masuk daftar cadangan. ‘’Kuota setiap tahun sekitar 100 penerima,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, 20-an peserta cadangan tersebut bakal diverifikasi tahun mendatang. Digabungkan dengan pendaftar baru tahun 2020. Pendaftaran program itu mulai dibuka per Januari hingga Juli. ‘’Ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi,’’ terang Nur.

Pendaftar harus melampirkan beberapa persyaratan. Di antaranya mengisi formulir yang telah disediakan, menyetor fotokopi kartu keluarga (KK), KTP, dan terpenting pendaftar merupakan warga asli Kota Madiun. ‘’Karena memang dikhususkan untuk warga asli,’’ paparnya.

Pendaftar juga harus diterima di perguruan tinggi. Khusus perguruan tinggi swasta, jurusan yang diambil minimal berakreditasi B. Sedangkan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75. Baik perguruan tinggi negeri maupun swasta. Terpenting belum menerima beasiswa dari pihak mana pun yang ditunjukkan dengan surat pernyataan. ‘’Semua berkas disetorkan untuk selanjutnya diverifikasi,’’ sambungnya sembari menambahkan tidak ada tes wawancara maupun tulis.

Hasil verifikasi pendaftar yang berhak menerima BBM selanjutnya akan diumumkan. Sebelumnya, nama penerima yang lolos diusulkan untuk mendapatkan surat keputusan (SK) wali kota. Kemudian, beasiswa bakal ditransfer langsung ke rekening penerima oleh badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) kota setempat.

Nominal beasiswa Rp 750 ribu per bulan. Beasiswa dikirim tentatif menyesuaikan BPKAD. Bisa jadi di pekan pertama, kedua, atau ketiga setiap bulan. ‘’Ini upaya pemkot memberikan kesempatan bagi mereka yang dalam tanda kutip kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan tinggi,’’ jelasnya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button