Ponorogo

Mahasiswa IAIN Ponorogo Tuntut Potong UKT

Potongan 50 Persen Disetujui 15 Persen

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Aksi unjuk rasa terjadi di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo Selasa (16/6). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa IAIN Ponorogo (AMIP) menuntut tiga hal. Salah satunya, minta keringanan uang kuliah tunggal (UKT) semester gasal 2020/2021. ‘’Kami menuntut pemotongan UKT 50 persen,’’ kata Aji Binawan Putra, koordinator aksi.

Sekitar lebih dari 50 massa AMIP berkumpul sejak pukul 08.30 di halaman gedung rektorat IAIN. Sebagian mengenakan masker. Sejumlah mahasiswa berorasi. Sejumlah spanduk bernada protes dibentangkan. Selebaran ajakan aksi beredar sehari sebelumnya secara daring.

Mereka juga menuntut kampus menyusun skema perkuliahan yang efektif dan efisien di masa pandemi Covid-19 dengan mempertimbangkan kondisi mahasiswa. ‘’Yaitu dengan sistem daring,’’ ujar Aji sembari menyebut AMIP juga mendesak rektorat mendorong Kementerian Agama segera mengeluarkan kebijakan pemotongan UKT.

Aksi berlangsung hingga pukul 10.30. Puluhan massa sempat minta audiensi dengan pihak rektorat. Hasilnya, mahasiswa dan pihak kampus sepakat UKT semester gasal dipotong 15 persen. Alasannya, UKT juga untuk menunjang fasilitas mahasiswa. ‘’Sebenarnya belum puas. Tapi, operasional kampus juga perlu dipertimbangkan,’’ imbuh Aji.

Rektor IAIN Ponorogo Siti Maryam Yusuf menegaskan pemotongan UKT tidak bisa lebih besar dari 15 persen. Sebab, untuk membiayai operasional kampus. Termasuk bimbingan dan ujian skripsi, serta kegiatan kemahasiswaan. Dia  menyebut, mahasiswa bisa mendapat keringanan UKT jika memenuhi syarat. ‘’Kalau mengajukan, pasti diterima asal memenuhi syarat,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button