Magetan

Magetan Butuh Aplikasi Transportasi Publik

JAKARTA, Jawa Pos Radar Magetan – Bupati Magetan Suprawoto kembali ke kantor lamanya, gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, Selasa (10/12). Tidak untuk ”bernostalgia”. Tapi menemui Sekjen Kemenkominfo Niken Widiastuti.

Kepada penerusnya itu, dia minta dibuatkan aplikasi transportasi publik. Sebagai salah satu pemecah masalah transportasi umum di Magetan. Maklum, armadanya sudah tua dan kondisinya kurang layak. ‘’Di Magetan itu angkutannya jelek, kalau punya aplikasi pasti jadi bagus,’’ kata Kang Woto, sapaan Suprawoto.

Dengan aplikasi itu, masyarakat bisa mengetahui jadwal perjalanan kendaraan umum. Di Magetan jumlahnya lebih dari 10 armada. Namun, jarang yang memanfaatkan. Sebab, jadwal kendaraan itu tiba di tempat pemberhentian tidak pasti. Dengan aplikasi itu, jumlah armada bakal dipangkas setengahnya. ‘’Kendaraannya akan putar terus. Jam berapa berhenti sudah pasti, masyarakat akan naik,’’ ujarnya.

Aplikasi itu juga bakal meminimalkan penggunaan kendaraan roda dua. Terutama bagi para pelajar yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). Pun, mengurangi orang tua yang antar-jemput anaknya dengan sepeda motor. ‘’Dari aplikasi itu juga bisa diketahui berada di mana angkutannya. Seperti aplikasi angkutan online,’’ paparnya.

Selain memfasilitasi para pelajar, juga para penumpang kereta api. Stasiun Magetan (dulu Barat) kini sudah naik kelas. Jumlah perjalanan yang dilayani bertambah. Pun jumlah penumpangnya. Namun, belum ada moda transportasi lanjutan dari stasiun tersebut. Masyarakat harus dimudahkan menuju dan dari stasiun agar semakin nyaman. ‘’Aplikasi ini jelas manfaatnya. Tidak hanya untuk Magetan, kota dan kabupaten lain juga bisa,’’ bebernya.

Sekjen Kemenkominfo Niken Widiastuti mengatakan bakal menyampaikan permintaan tersebut kepada sektor swasta. Untuk membangun platform aplikasi tersebut, Kemenkominfo hanya sebagai regulator dan fasilitator. Belum sebagai inisiator. ‘’Ada peluang,’’ sebutnya.

Saat ini, lanjut Niken, Kemenkominfo juga tengah mendidik digital talent. Mereka diajari teknologi. Kemenkominfo memberi beasiswa kepada 25 ribu talenta muda. Tahun depan bakal berlipat dua penerimanya. Pelatihan mulai tingkat dasar, menengah, hingga expert. Mereka bakal mendapat sertifikasi internasional. ‘’Para talent ini kami harapkan kuat dan bisa membangun daerahnya,’’ ujarnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button