Madiun

Madiun Umbul Square Ditutup Lagi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – MADIUN Umbul Square (MUS) harus mengencangkan ikat pinggang. Menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, salah satu objek wisata andalan Kabupaten Madiun itu harus tutup lagi. Padahal, MUS juga berstatus lembaga konservasi satwa. ‘’Total ada 145 satwa. Ada reptil, aves, dan mamalia,’’ kata Direktur MUS Afri Handoko, Minggu (11/7).

Afri menuturkan, kebutuhan pakan satwa di-cover dari hasil tiket masuk. Sementara, sejak Sabtu (3/7) sudah tutup. Masih 10 hari lagi MUS tidak dapat menerima pengunjung demi menekan laju penularan Covid-19. Namun, di lain sisi, ratusan satwa itu juga perlu pakan. ‘’Kami terapkan efisiensi tanpa mengurangi jatah pakan satwa untuk survive,’’ ungkapnya.

Kendati tanpa masukan selama PPKM darurat, kebutuhan satwa masih dapat di-handle dengan pendapatan selama buka belakangan. Kurang lebih sebulan MUS sempat menerima pengunjung setelah Lebaran lalu. ‘’Alhamdulillah, juga ada bantuan dari pusat untuk kebutuhan pakan satwa titipan pemerintah ini,’’ ujar Afri.

Kendati demikian, pihaknya harus betul-betul berhitung. Sebab, situasi pandemi tidak dapat diprediksi. Kebutuhan untuk kelangsungan hidup ratusan satwa tidak sedikit. Per bulan biaya operasional untuk satwa Rp 30 juta sampai Rp 40 juta. ‘’Kalau boleh minta, (penutupan) jangan lama-lama,’’ ucap Afri.

Menurut dia, jika sudah benar-benar mentok, berbagai cara akan dilakukan seperti sebelumnya. Yakni, open donasi alias berharap uluran tangan donatur. ‘’Itu amat membantu satwa di kebun binatang mini MUS,’’ ungkapnya. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button