Madiun

Madiun Kota Investasi

TULISAN saya ini masih berkaitan dengan yang minggu lalu. Kalau kemarin soal pengusaha muda yang saya sebut pejuang muda. Kali ini lebih kepada investor secara global. Tidak harus muda dan bisa siapa saja. Mengapa? Karena investor berkaitan dengan perekonomian. Ekonomi jelas berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Seperti akhir dari kalimat visi saya ’’menuju masyarakat sejahtera’’.

Masyarakat sejahtera memang bukan hanya soal perekonomian. Tetapi ekonomi peranti penting dalam mewujudkan itu. Makanya, saya getol menggenjot perekonomian di Kota Madiun. Bisa dibilang sejumlah kebijakan dan pembangunan berkaitan dengan peningkatan perekonomian. Sebut saya Sunday Market yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir. Kegiatan di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun itu mampu menampung sekitar 700 pedagang saat ini. Pengunjungnya mencapai 15 ribu sekali gelaran. Bayangkan perputaran ekonomi di sana.

Ke depan, juga ada sentra kuliner. Saat ini prosesnya mulai jalan. Lebih jauh lagi, ada PeceLand. Kawasan Embung Pilangbango juga akan dijadikan lokasi ekonomi baru. Satu lagi di Kecamatan Taman. Ruang ekonomi baru penting di Kota Madiun. Itu penting mengingat kota kita kota jasa. Pemerintah harus terus bergerak menciptakan peluang ekonomi baru. Semua titik yang belum maksimal akan dioptimalkan. Harapannya, masyarakat juga terpacu untuk bergerak. Mendongkrak ekonomi secara mandiri. Meningkatkan kesejahteraan tidak cukup dengan memberikan bantuan. Namun, beri masyarakat kail untuk memancing ikannya sendiri. Bisa meningkatkan kesejahteraan secara mandiri. Tidak selalu bergantung kepada pemerintah maupun orang lain.

Menciptakan sumber ekonomi baru tentu tidak cukup hanya melalui pemerintah. Butuh partisipasi masyarakat. Terlebih investor. Kota Madiun terbuka dengan investor. Investor tidak hanya meningkatkan pendapatan asli daerah. Namun, mendatangkan beragam manfaat lain. Salah satunya, perekonomian masyarakat. McDonald misalnya. Pemkot mendapatkan PAD dari pajak McDonald. Namun, bukan itu yang utama. Masyarakat juga bisa mendapatkan keuntungan lain dari berdirinya gerai makanan cepat saji itu. McDonald bisa menarik masyarakat luar untuk datang. Mereka tentu tidak hanya datang, beli, kemudian pulang. Apalagi mereka yang dari daerah jauh. Besar kemungkinan belanja yang lain.

McDonald kebanyakan disukai anak muda. Orang tua yang mengantarkan bisa beli pecel atau makanan lain. Artinya, warung makan yang lain juga ramai. Itu baru satu keluarga. Bayangkan bila ada puluhan atau ratusan keluarga yang datang ke Kota Madiun. Warung tepi jalan bisa semakin ramai lagi. Belum lagi, Ibis Hotel yang juga tengah proses pembangunan. Pengunjung hotel yang mungkin bosan dengan menu hotel, bisa keluar mencari makanan di warung-warung. Itu seperti yang sudah berjalan belakangan ini. Hadirnya hotel berbintang di Kota Madiun turut meramaikan usaha kuliner di kota ini.

Seperti saat pertemuan keluarga besar Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Aston Hotel beberapa waktu lalu. Pertemuan yang melibatkan petugas kejaksaan negeri di seluruh Jawa Timur itu memang di Aston Hotel. Namun, Kajati sebagai pemimpin mereka, mengungkapkan ketertarikannya dengan Pecel Madiun. Kajati mengajak anak buahnya untuk mencoba Pecel Madiun. Ini baru sekali pertemuan.

Multiplier effect seperti ini yang semakin mendongkrak perekonomian masyarakat. Seperti yang saya ungkapkan tadi, Pemerintah Kota Madiun terbuka kepada investor. Terbuka dalam artian luas. Tidak hanya menerima investor yang datang. Namun, juga membantu secara maksimal. Seperti yang sudah-sudah. Terbaru, McDonald dan Ibis Hotel. Begitu permohonan masuk, saya langsung merapatkan dengan OPD terkait. Semua harus turun tangan membantu. Mulai perizinan, tata ruang, maupun turut membantu pengawasan pembangunannya. Tidak perlu lama semua proses yang berkaitan dengan pemerintah selesai. Bahkan, semua perizinan sudah beres sebelum bangunan selesai. Artinya, mereka bisa langsung tancap gas begitu opening nanti.

Saya memang menginstruksikan untuk dipermudah selagi itu dalam koridor aturan yang berlaku. Sebaliknya, saya tegas menolak investor yang usahanya mengakibatkan limbah beracun dan berbahaya. Ini penting sebab Kota Madiun tidak memiliki wilayah yang luas. Limbah jenis itu bisa berakibat fatal bagi masyarakat. Perizinan di Kota Madiun juga sudah menerapkan tanda tangan elektronik. Artinya, tanda tangan tidak perlu menunggu kepala dinas yang bersangkutan ada di tempat. Tanda tangan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Semua urusan semakin cepat. Ini sudah menjadi komitmen saya dalam menjalankan pemerintahan di Kota Madiun. Seperti dalam panca karya, Madiun merupakan kota melayani. Melayani di semua bidang. Termasuk para investor yang menanamkan investasinya di kota kita. Madiun boleh disebut kota investasi.

Upaya ini membuahkan hasil. Ada sejumlah investor yang melirik kota kita. Seperti tulisan saya sebelumnya, ada Excelso yang sudah menjajaki Kota Madiun untuk melebarkan usahanya. Rencananya di Jalan Pahlawan. Informasi terakhir sedang negosiasi dengan pemilik lahan. Begitu juga dengan RS Siloam yang melirik bangunan kosong di Kelurahan Demangan. Mereka juga tengah melakukan kajian terkait tren penyakit di Kota Madiun dan sekitarnya, jumlah ranjang VVIP, dan lain sebagainya.

Belum lagi investor yang tertarik dengan pengelolaan sampah di TPA kita. Tidak dimungkiri, meningkatknya perekonomian sejalan dengan peningkatan volume sampah. TPA Winongo menerima 110 hingga 115 ton sampah per harinya saat ini. Tentu perlu pengolahan yang tepat agar tidak berimplikasi masalah. Nah, putra Kota Madiun yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan sampah berniat menginvestorkan kemampuannya untuk pengelolaan sampah itu. Sampah tidak hanya menjadi gas metan. Namun, juga bahan bakar kendaraan dan listrik. Keberadaan investor-investor ini tentu membawa multiplier effect lain kepada masyarakat. Salah satunya perekonomian.

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close