Madiun

Madiun Alami Masa Bedhidhing, Awas Flu!

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sekitar sepekan terakhir Kota Madiun diwarnai bedhidhing alias suhu dingin. Kalangan praktisi klimatologi menyebut, suhu di bawah normal itu terkait fenomena astronomis aphelion. ‘’Puncaknya terjadi bulan ini,’’ kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nganjuk Muh. Chudori, Jumat (16/7).

Chudori menjelaskan, aphelion terjadi saat bumi dari matahari memiliki jarak terjauh. Itu bisa terjadi lantaran orbit bumi tidak sepenuhnya melingkar sempurna, melainkan berbentuk elips. ‘’Tahun ini jarak terdekat bumi ke matahari terjadi pada Januari, yaitu 147,1 juta kilometer. Sedangkan jarak terjauh saat ini 152,1 juta kilometer,’’ ungkapnya.

Dia menyubut, suhu dingin pada masa bedhidhing biasanya terjadi pada malam hingga pagi hari. Hal itu tidak terlepas dari minimnya tutupan awan sehingga energi yang dipancarkan matahari ke bumi akan lepas ke angkasa. ‘’Dampaknya, suhu udara lebih dingin,” urainya.

Bagaimana dampak suhu dingin bagi kesehatan? Kalangan medis menyebut, pada masa bedhidhing tubuh lebih rentan terserang flu dan demam. ‘’Ditambah adanya pandemi korona, sebagian orang bingung membedakan antara gejala Covid-19 atau reaksi tubuh akibat faktor perubahan cuaca,’’ kata dr Dimas Harditya Mulya Putra, dokter RSI Siti Aisyah Kota Madiun.

Dia menyarankan, pada masa bedhidhing intens melakukan olahraga ringan di rumah dan mengonsumsi buah-buahan. Selain itu, berjemur saat pagi hari. ‘’Lebih baik lagi kalau ditunjang suplemen yang bisa meningkatkan imunitas seperti vitamin C, D, dan E,’’ imbuhnya. (irs/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button