Madiun

MaDa Tancap Gas, Petakan Skala Prioritas

MADIUN – Suksesi transisi kepemimpinan balai kota terus dimatangkan. Untuk kedua kalinya, pasangan cawali terpilih Maidi dan Inda Raya Ayu Miko Saputri (MaDa) melakukan pertemuan dengan Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) dan Wawali Armaya. ‘’Kami ingin memetakan skala prioritas dari pemerintahan MaDa nanti. Harus bisa segera tancap gas ketika peralihan nanti,’’ tutur Maidi.

Kemarin (27/8) sekitar pukul 09.00, MaDa bertamu ke balai kota. Pasangan yang diusung koalisi gemuk PDI-Perjuangan, Partai Demokrat, PKB, PAN, dan PPP itu diterima SR dan Armaya di ruang transit. Kedua belah pihak berbincang selama sekitar satu jam. Maidi berkonsultasi seputar pencapaian program pemerintahan Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto (BaRis) jilid II. ‘’Program-program yang sudah seratus persen ditinggalkan. Yang belum dilanjutkan, jika sesuai visi dan misi,’’ ujarnya.

Maidi merasa perlu tahu pencapaian BaRis jilid II. Guna menemukan titik temu antara pemerintahan BaRis dan MaDa yang menjabat mulai 2019 hingga 2024 nanti. Supaya transisi berjalan mulus. Itu diperlukan untuk memetakan skala prioritas pemerintahannya. Yang notabene dituangkan dalam visi-misi dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Pertemuan kemarin menghasilkan beberapa titik temu. ‘’Visi misi yang kami susun dengan program pemkot sudah ada titik temu di beberapa bidang. Secara prinsip, tujuannya masih sama untuk kesejahteraan masyarakat,’’ terang Maidi.

Maidi juga mencari tahu sejauh mana kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran (KUA-PPAS) 2019 mengadopsi visi-misi MaDa. Jika prioritas APBD 2019 sejalan dengan visi-misi MaDa, maka program-program yang diusung bisa cepat direalisasikan. Bagi program yang belum terakomodasi, paling cepat bisa masuk melalui P-APBD 2019. ‘’Karena pelantikan di bulan Juni, sudah di pertengahan tahun anggaran,’’ bebernya.

Pertemuan antara MaDa dan BaRis jilid II tidak berakhir di ruang transit. Satu jam berbincang dengan pintu yang ditutup rapat, diskusi masih dilanjutkan di kantin balai kota. Obrolan mereka kali ini lebih santai. Seolah Maidi menapaktilasi kesehariannya sewaktu masih ngantor di balai kota dulu. SR mengapresiasi kunjungan MaDa kemarin. ‘’Saya pikir itu (kunjungan, Red) hal yang baik. Selain silaturahmi, mereka juga menanyakan beberapa hal,’’ kata SR.

Mantan rektor di Unmer Madiun itu mengungkapkan, proses penganggaran untuk APBD 2019 menjadi fokus diskusi antara dirinya dengan MaDa kemarin. SR pun menjelaskan tahapannya saat ini telah masuk di pembahasan dengan DPRD. ‘’Intinya MaDa ingin lihat seperti apa (pencapaian BaRis). Nah, di situ mereka bisa mengukur dan menjadikan patokan, apa saja yang akan disusun dalam RPJMD mereka untuk 2019-2024,’’ jelasnya.

SR optimistis transisi kepemimpinan nanti berjalan mulus. Salah satu alasannya, lantaran pemilihan presiden (pilpres) juga digelar di tahun tersebut. Dengan pilpres digelar nyaris bersamaan dengan pelantikan, SR menilai MaDa bisa segera mengadaptasikan rencana pembangunan jangka menengah provinsi dan nasional (RPJMP-RPJMN) agar selaras dengan RPJMD. ‘’Berbeda dengan penyusunan RPJMD BaRis jilid II lalu yang harus menyesuaikan lagi agar selaras nasional. Mengubahnya juga bukan perkara mudah,’’ pungkas SR. (naz/c1/fin)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button