features

Machrudin Telateni Jalan Seni Pyrography

Rakit Alat Sendiri, Lukisan Bisa Selesai Sehari

Membakar bukan untuk merusak. Machrudin justru mengandalkannya sebagai media seni. Lewat seni lukis bakar (pyrography art), dia menyulap berbagai limbah kayu menjadi lukisan menawan.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

GAGASAN menekuni seni lukis bakar terbersit ketika Bul —sapaan Machrudin— menyaksikan permainan gangsing bambu. Dia tertantang setelah melihat mainan tradisional itu bertekstur goresan unik. ‘’Sempat mencoba melukis dengan solder biasa, tapi panas yang dihasilkan kurang,’’ terangnya.

Bul lantas belajar kelistrikan dari temannya yang ahli elektronik. Dari sana, dia berhasil merakit alat lukis bakar khusus sesuai yang dikehendaki. ‘’Saya ngerakit dari elemen trafo 5 ampere. Kuningan menjadi penghantar bara apinya,’’ urai seniman kelahiran 1985 itu.

Sejak 2017, dia telaten menekuni pyrography art. Semula melukis limbah kayu untuk dijadikan gantungan kunci. Setelah banyak diminati, dia menaikkan level seninya. Dengan cara sama, dia merambah lukisan menggunakan bahan multiplex, seperti kayu sengon laut, pohon mangga, mahoni, dan gembilina. ‘’Melukis di atas kayu asyiknya sama seperti di kanvas,’’ terang warga Jalan Kemuning, Oro-Oro Ombo, Kartoharjo, ini.

Satu karya bisa diselesaikan sehari. Menyesuaikan tingkat kerumitan. Pesanannya merambah berbagai kota di Jatim hingga Cirebon, Bandung, Tangerang dan Halmahera, Maluku Utara. ‘’Paling banyak pesanan gambar couple (pasangan) atau satu keluarga. Terkadang, karya yang buatnya iseng saja juga laku,’’ imbuhnya. ** (fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close