Magetan

Lurah Bulukerto Emoh Cawe-Cawe Soal Alih Fungsi Hutan Jelok

MAGETAN – Alih fungsi hutan Jelok disikapi dingin oleh pihak Kelurahan Bulukarto. Mereka enggan cawe-cawe soal pemanfaatan lahan hutan oleh karang taruna sebagai warung dan tempat latihan panahan. ‘’Kami tidak berani terlalu ikut masuk ke dalamnya, biarpun itu masuk wilayah kami. Karena sudah ada dinas lingkungan hidup (DLH) yang menangani,’’ terang Lurah Bulukerto Suyitno kemarin (6/5).

Dalam kasus pengalihan fungsi lahan tersebut, dia mengaku pihak kelurahan juga tidak mendapat tembusan izin. Suyitno mengatakan pendirian warung tersebut murni merupakan inisiatif anggota karang taruna dan masyarakat. ‘’Saya belum pernah kesana melihat langsung,’’ ungkapnya.

Pada dasarnya pihak kelurahan mendukung pemanfaatan hutan tersebut. Apalagi, DLH juga sudah merestuinya. Selama kegiatan yang diadakan oleh warga di kawasan hutan Jelok itu positif. Namun, Suyitno tak menampik jika pihaknya sudah pernah dimintai masukan oleh DLH terkait rencana merehabilitasi hutan Jelok. ‘’Diminta masukan saja. Inginnya seperti apa,’’ terangnya.

Dia menyakini penataan hutan Jelok bakal mempercantik ruang terbuka hijau (RTH). Apalagi, ditambah dengan sarpras seperti lampu penerangan dan berbagai jenis tanaman baru. ‘’Sejauh ini masih rencana, kapan realisasinya masih belum tahu. Kami pokoknya ngikut saja program dari pemkab,’’ kata Suyitno.Lebih lanjut, Suyitno mengungkapkan bahwa hutan Jelok menjadi harapannya sebagai program pengembangan tata kelola wilayah. Serta sekaligus sebagai sarana edukasi dan hiburan masyarakat. ‘’Kami dengar juga akan ditambahi tanaman dan hewan rusa. Pasti akan semakin bagus, tinggal menunggu saja realisasi dari pemkab,’’ ungkapnya. (bel/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close