Opini

Lumbung Pangan Kelurahan

SEPERTI biasa, setiap akhir pekan saya manfaatkan untuk meninjau Lapak UMKM di kelurahan-kelurahan dengan bersepeda. Namun, Minggu Minggu (4/4) kegiatan gowes sedikit berbeda. Ada tamu istimewa yang ikut dalam rombongan. Ada Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. Jelas ini ada keterkaitannya. Pejabat di bidang perekonomian kita ajak melihat Lapak UMKM sebagai upaya peningkatan ekonomi lokal.

Ekonomi memang harus berjalan biarpun sedang pandemi. Karenanya, dibutuhkan suatu terobosan agar keduanya berjalan beriringan. Itu yang sudah dan sedang kita kerjakan. Peningkatan ekonomi lokal kita jalankan melalui lapak-lapak itu. Tetapi dalam prosesnya tidak meninggalkan protokol kesehatan. Alhamdulillah, Pak Sesmenko Perekonomian mengacungkan jempolnya. Menurut beliau, ini satu gagasan luar biasa dan bisa dijadikan percontohan. Itu beberapa kali saya dengar langsung dari beliau. Salah satunya, dari sambutan di Ngrowo Bening, lokasi finis.

Katanya, pola kemajuan suatu daerah memang sudah berubah. Daerah yang kaya sumber daya alam (SDA) difavoritkan dapat lebih maju. Itu dulu, katanya. Sekarang, daerah yang sarat akan SDA belum tentu maju kalau pemimpinnya tidak amanah. Sebaliknya, daerah yang minim SDA bisa saja lebih maju asalkan pemimpinnya amanah dan punya kreasi. Nah, dari catatan beliau, banyak daerah seperti itu sekarang. Minim SDA tapi maju karena punya pemimpin yang amanah dan kaya akan kreasi.

Pemimpin tidak hanya kepala daerah. Tapi, semua unsur di dalamnya. Mudahnya, ya forkopimdanya. Alhamdulillah, di sini seperti itu. Baik dewannya, kepolisian, TNI, dan lain sebagainya. Semuanya dapat bersinergi demi kemajuan daerah. Masih dari cerita Pak Sesmenko, katanya ada daerah yang habis energinya karena antar-forkopimda tak akur. Bahkan, sampai APBD-nya gagal disetujui. Siapa yang rugi? Jelas masyarakat. APBD tak jalan, pembangunan juga mandek. Artinya, masyarakat tak dapat menikmati hasil pembangunan. Tak dapat merasakan kehadiran pemerintah. Kalau sudah seperti itu, apa gunanya pemerintah.

Memang benar apa yang dikatakan Pak Sesmenko. Pemimpin harus amanah. Amanah karena diberikan kepercayaan dan tanggung jawab mengelola uang negara. Uang rakyat. Saya bersama forkopimda di Kota Madiun terus berkomitmen melaksanakan itu. Makanya, pembangunan juga harus tetap jalan. Ini amanah yang harus dijalankan. Pembangunan ini berdampak besar. Salah satunya untuk bidang perekonomian. Pembangunan di kota kita memang bermuara ke sana. Untuk peningkatan perekonomian.

Pahlawan Street Center bukan sekadar untuk keindahan kota. Nantinya juga untuk peningkatan ekonomi. Jantung kota kita percantik agar orang tertarik. Saat banyak yang datang, pastinya membuka peluang. Banyak yang belanja karena setiap orang yang datang pasti membutuhkan banyak hal. Apa yang mereka butuhkan kita siapkan. Karena butuh, mereka tentunya tak segan membelanjakan uangnya. Itulah yang dimaksud manfaat pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.

Lapak UMKM juga begitu. Pembangunan sudah kita mulai dari tahun lalu. Semua kelurahan sudah punya Lapak UMKM. Keberadaannya terus kita sempurnakan. Tidak hanya dari segi fisiknya. Tapi juga produk di dalamnya. Awal April kemarin, sudah ada kerja sama dengan Perum Bulog Cabang Madiun. Kita berkoordinasi di Balai Kota. Intinya, mereka siap meramaikan Lapak UMKM dengan produk Bulog. Tentu produk bahan pangan. Perum Bulog siap menggelontorkan dana CSR-nya untuk modal awal. Masing-masing dapat Rp 2 juta. Masyarakat yang tertarik bisa membuka outlet di lapak tersebut untuk berjualan produk-produk Bulog.

Sebagian keuntungannya, dibelanjakan bahan lagi. Terus begitu. Artinya, calon pemilik outlet tidak perlu modal. Bahan yang akan dijual dimodali. Tempatnya sudah kita sediakan. Bahkan, Bulog siap menggratiskan biaya pengiriman. Di sini memang terjadi simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan. Bulog terbantu pemasaran produk. Masyarakat juga terbantu dengan dapat memiliki usaha kecil-kecilan.

Pemerintah tentu juga terbantu. Setidaknya, itu sejalan dengan program saya terkait kelurahan mandiri. Setiap kelurahan dapat memenuhi kebutuhan masing-masing. Lapak UMKM memang mengarah ke sana. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh pergi. Cukup di kelurahan sendiri. Apalagi, terkait kebutuhan pokok. Bahan pangan ini penting dan harus tercukupi. Karenanya, program ini juga harus berjalan. Seperti yang saya harapkan, tiap kelurahan harus mandiri. Harus punya lumbung pangan sendiri.

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button