Ngawi

Lulusan Sekolah Dasar Tak Menghambat Eksi Sulanjari Sukses Berbisnis

Pintar membaca peluang. mencoba memasuki dunia anak-anak. Membuat styrofoam bergambar yang sedang tren. Kini ribuan pesanan membanjiri bisnis yang baru seumur jagung itu.

—————

SUGENG DWI, NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi

 STYROFOAM putih tertata di ruang tamu  rumah Eksi Sulanjari. Lembaran kotak berukuran setengah meter itu ditumpuk setinggi dada. Dipilah-pilah. Beberapa gambar kartun disisihkan agar mudah dicari kelak. Tumpukan gabus itu lantas dipindahkan ke keranjang motor untuk dibawa ke Alun-Alun Ngawi. ‘’Kalau pas ada acara di alun-alun selalu ramai yang pesan untuk diwarnai,’’ kata perajin styrofoam bergambar ini.

Eksi menekuni bisnis ini sejak enam bulan silam. Awalnya, proses produksi, mulai pemilihan bahan, ide gambar, hingga mencetak sablon, dilakukan sendiri di rumahnya. Lambat laun bisnisnya kian laris. Tak hanya di Ngawi, bahkan pemesannya sampai luar daerah seperti Jawa Barat, Kalimantan, dan Lampung. ‘’Sekarang dibantu enam karyawan untuk membuat dan mencetak sablonnya,’’ ujar warga lingkungan Cupo, Grudo, Ngawi, ini.

Dalam sebulan, sedikitnya 15 ribu lembar styrofoam bergambar dihasilkan home industry Eksi. Ide dan gambar yang selalu update jadi kunci suksesnya bertahan di bisnis ini. Saban Minggu, perempuan kelahiran 14 juli 1971 itu mencari gambar baru untuk ditempelkan pada karyanya. Internet jadi sumber andalannya mendapat gagasan membuat karya yang disukai anak-anak. ‘’Yang paling laris gambar LOL, Princess, Hello Kitty, dan Anak Soleh,’’ sebutnya.

Meski bisnisnya berjalan lancar, namun ibu tiga anak itu masih gemar menunggui dagangannya di Alun-Alun Ngawi. Saban malam Minggu atau saat ada acara di pusat kota, dia membuka lapak. Libur Lebaran lalu jadi puncak pesanan. Dalam semalam, ratusan gambar diwarnai anak-anak. ‘’Kalau sekarang mulai menurun. Tapi, masih standar,’’ ungkap istri Sutrisno ini.

Perempuan lulusan sekolah dasar (SD) tersebut biasanya menjual Rp 3.000 per lembar gabus bergambar. Harga tersebut termasuk palet dan cat. Dia berharap, usahanya turut membantu mencerdaskan generasi bangsa. Mengingat mewarnai dapat melatih daya kreativitas anak-anak. ‘’Anak-anak suka mewarnai. Tapi dulu di alun-alun gak ada yang jual. Akhirnya saya pelajari dan buka usaha ini,’’ jelasnya.*** (sat/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button