Madiun

Los Angeles-nya Kota Pendekar

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

SIAPA yang tidak mengetahui Los Angeles. Paling tidak pernah mendengar nama salah satu kota terpadat di pesisir Amerika itu. Meski kota terdapat kedua setelah New York City, tata letak kotanya cukup nyaman dihuni. Jalan-jalan disana tertata rapi dan indah. Setidaknya, seperti itu yang saya baca. Tentu saya tidak akan membahasnya. Sengaja saya jadikan mukadimah karena tulisan kali ini berkaitan dengan kota berjuluk City of Angles itu. Saya ingin Kota Madiun juga memiliki jalan seperti di LA. Tentu tidak sekarang. Paling tidak itu menjadi pelecut semangat tersendiri.

Pelecut semangat untuk berbenah. Sering saya katakan, kota ini memang sedang benah-benah. Pembangunan untuk Kota Madiun yang lebih baik tengah dikebut. Banyak sekali titik-titiknya. Ada yang sudah selesai sementara dan dilanjutkan tahun depan. Ada juga yang masih proses. Seperti trotoar di Jalan Pahlawan. Memang hanya sebagian dulu. Hanya dari perempatan patung pecel depan Bank Mandiri hingg pertigaan dengan Jalan Perintis. Pun, hanya sisi kiri dulu. Tetapi saya optimis titik itu akan menjadi besar. Menjadi tempat multi manfaat. Mulai wisata, edukasi, kuliner hingga seni.

Trotoar sisi kiri sedang dilebarkan. Menjadi 4,5 meter. Dulunya hanya sekitar dua meter. Nanti disana akan ditambah tempat duduk, lampu taman, hingga pohon berbunga. Seperti trotoar Jalan Malioboro itu. Tetapi akan lebih dari itu. Saya menyebutnya Malioboro plus. Karena lebih rapi, mewah, indah, dan elit. Seperti jalan-jalan di LA tadi. Trotoar Jalan Pahlawan sebagai tempat belajar bagi entrepreneur muda. Mereka yang bersedia akan dilatih berwirausaha di sana. Akan ada tempat-tempat kuliner khusus. Namun, yang berjualan wajib para wirausahawan muda tadi. Menggunakan baju koki dan dibekali ilmu melayani konsumen yang baik.

Kawasan memang menjadi tempat nongkrong. Tetapi tempat nongkrong yang elit. Obrolannya juga harus yang bermanfaat. Misalnya soal usaha atau keilmuan. Bukan sekedar nongkrong untuk menghabiskan waktu. Di sana tempat berdiskusi menyelesaikan masalah. Atau menggali ide-ide baru. Biar tambah gayeng ada kulinernya. Yang menjuali, wirausaha muda tadi. Bisa dari mahasiswa-mahasiswi. Mungkin juga ditambah musik live akustik seperti di banyak tempat. Orang bilang, ngamen kekinian.

Nantinya juga ditambah tanaman bonsai. Rencananya di median tengah. Memang akan ditambahkan median. Jalan Pahlawan cukup lebar untuk itu. Itu juga untuk menghambat laju kendaraan. Kendaraan yang melintas di Jalan Pahlawan harus pelan. Karena itu jalan jantung kota. Sungai di samping Jalan Perintis juga akan ditutup box culvert. Seperti di kawasan simpang lima. Yang akan dijadikan sentra kuliner itu. Pembangunan akan ditembuskan sampai Plaza Lawu. Masyarakat yang ingin ke mall bisa lewat trotoar itu. Ada kuliner dan pasar seninya. Seperti Malioboro.

Bayangkan jika ada kawasan seperti itu memanjang dari stasiun hingga perempatan tugu. Orang yang turun dari stasiun bisa menikmati Kota Madiun dengan jalan kaki. Ini juga seperti di Malioboro yang dekat dengan stasiun. Wisatawan tidak perlu bingung akses kendaraan jika berkunjung via kereta. Saya pernah mendapat aduan dari tukang becak yang semakin sepi order. Kalah dengan ojek online. Sedang, mereka tak cukup familier jika menggunakan aplikasi di ponsel pintar. Konsep ini juga menjadi salah satu solusinya. Becak menjadi bagian dari wisata. Bisa mengantarkan wisatawan yang turun dari stasiun tadi. Jalan-jalan keliling kota atau mengantarkan ke sentra oleh-oleh. Bisa juga ke sentra kuliner di kawasan simpang lima tadi. Jaraknya juga cukup dekat.

Jalan Pahlawan akan menjadi salah satu ikon di Kota Madiun. Belum ke kota ini kalau belum ke Jalan Pahlawan. Kawasan Jalan Pahlawan akan terus kita benahi. Titik yang kurang akan dioptimalkan. Seperti tempat parkirnya. Tempat parkir Sumber Umis juga akan direhab. Harus ada jalan tembus hingga Jalan Pandan. Menjadi pintu keluarnya. Jalan Pahlawan akan dilengkapi tempat-tempat menarik. Layaknya LA tadi. Menjadi Los Angeles-nya Kota Pendekar. (*)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close