Magetan

Longsor Jalan Thamrin Butuh Penanganan Permanen

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Longsor di Jalan Thamrin berlarut-larut. Penanganan darurat selesai sejak Maret lalu. Untuk permanennya butuh proses panjang. Mulai pengukuran area terdampak sampai pengajuan ke pemprov. ‘’Koordinasi tertunda pandemi Covid-19,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Magetan Ari Budi Santosa Minggu (6/9).

Ari menyebut usulan sudah dikirimkan Februari lalu ke pemprov. Ada opsi lain jika tak kunjung ditangani. BPBD dan DPUPR Magetan sepakat mengusulkan ke BNPB. ‘’Sebenarnya ini darurat. Memang hujan sudah tidak sering turun, tapi kami tidak bisa biarkan seperti ini terus,’’ ujarnya.

Sejak Mei lalu usulan mandek. Sebab, terimbas penanganan Covid-19. Apalagi BNPB jadi garda terdepan pencegahan dan penanganan virus korona. Sehingga, anggarannya belum bisa dimaksimalkan untuk bencana alam. ‘’Berdasarkan hitungan dengan DPUPR dibutuhkan angaran sekitar Rp 7 miliar,’’ sebutnya.

Untuk sementara pihaknya mengandalkan penanganan darurat dengan memasang terpal. Meski sempat hujan, tanah longsoran tidak semakin parah. Warga di kawasan setempat juga sudah diimbau mengungsi. Ada sekitar empat rumah yang berpotensi terdampak. ‘’Sementara lebih baik tidak menempati rumah mereka,’’ pintanya.

Dia mengingatkan agar tetap waspada. Tanah kering berpotensi menimbulkan retakan. Hujan dengan intensitas tinggi akan membuat longsoran makin parah. Karena terpal yang menutupi belum menjangkau seluruh bagian yang longsor. ‘’Semoga kemarau tidak berlangsung lama,’’ harapnya.

Untuk meminimalkan potensi longsor susulan, arus sungai di Kelurahan Ringinagung dibelokkan. Pihaknya berkoordinasi dengan DPUPR untuk dialihkan ke Dautah. Sehingga, aliran ke Sungai Gandong bisa berkurang 50 persen. ‘’Jadi tanahnya tidak akan mudah jenuh air,’’ ungkapnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close