Ponorogo

Lockdown Wilayah Jetis Diperluas

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kunci sementara (kuntara) di Jetis diperluas. Sebab, kasus konfirmasi Covid-19 di Karanggebang dan Kutukulon terus bertambah. Sepekan kemarin, ada tambahan 12 kasus dari dua desa tersebut. Seluruhnya bagian dari transmisi lokal pasien nomor 303 yang sebelumnya meninggal dunia. ‘’Penutupan secara terbatas diperluas,’’ kata Camat Jetis Heru Budi Santoso Minggu (20/9).

Awalnya, di Karanggebang dua orang terkonfirmasi Covid-19. Sedangkan di Kutukulon empat orang. Pada pekan lalu, kasus positif bertambah 13 dari klaster petakziah pasien 303. Terperinci, tujuh pasien baru dari Karanggebang, dan lima pasien baru dari Kutukulon. Sedangkan satu pasien lainnya dari Baosan Kidul, Ngrayun. ‘’Masih satu sumber penularan yang sama,’’ sebutnya.

Imbasnya, pemerintah kecamatan setempat mengoordinasi kedua desa untuk tetap lockdown terbatas. Antara lain, tiga rukun tetangga (RT) di Karanggebang, dan dua RT di Kutukulon. Heru juga memerintahkan kuntara diterapkan di Tegalsari. ‘’Khusus lingkungan Setono di Tegalsari, yang jadi sumber tambahan pasien di Karanggebang dan Kutukulon,’’ ujarnya.

Heru menilai kuntara 80 persen efektif memutus mata rantai persebaran Covid-19 di wilayahnya. Sebab, penutupan akses turut diperkuat pengetatan disiplin protokol kesehatan. Menurut dia, akan lebih efektif jika kompleks Masjid Tegalsari dikuntara. ‘’Ini masih kami usulkan, karena status masjid merupakan situs milik provinsi, di bawah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan,’’ bebernya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close