AdvertorialPonorogo

LKPj Bupati Ponorogo 2019 Sarat Prestasi dan Pencapaian

Genjot Pembangunan, Turunkan Angka Kemiskinan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan Pemkab Ponorogo melaju kencang pada 2019. Berbagai program sukses menorehkan berbagai pencapaian dan prestasi. Catatan manis itu tertuang dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tahun Anggaran 2019 yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD, Rabu (15/4).

Salah satu yang krusial adalah pengentasan angka kemiskinan hingga tinggal satu digit. ’’Ini salah satu pencapaian yang menggembirakan, karena mengacu rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) sampai 2021. Target penurunan angka kemiskinan masih dipatok dua digit,’’ kata Bupati Ipong Muchlissoni.

Pada 2019 lalu pendapatan daerah Pemkab Ponorogo terealisasi Rp 2,33 triliun. Salah satu sumbernya pendapatan asli daerah (PAD) yang melampaui target. Dari target Rp 287 miliar, terealisasi Rp 290 miliar. Di sisi lain, belanja daerah terealisasi Rp 2,42 triliun atau tercapai 97,67 persen dari target. ’’Secara makro, target realisasi belanja daerah dapat dicapai walaupun tidak seratus persen,’’ ujarnya.

Berbagai capaian ditorehkan berkat program dan kebijakan yang jitu dari pemerintah. Angka kemiskinan sukses diturunkan mencapai 0,72 persen. Pada 2018, angka kemiskinan masih 10,36 persen. Berbagai program sukses menekan angka kemiskinan jadi 9,64 persen pada 2019. Sementara, garis kemiskinan naik 5,28 persen jadi Rp 313 ribu per kapita per bulan. ’’Ini menunjukkan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,’’ ungkap bupati.

Pembangunan infrastruktur, panjang jalan dalam kondisi baik dan sedang pada 2019 meningkat 17,7 persen dibanding 2018. Dari 634 kilometer jadi 745,80 kilometer. Panjang saluran irigasi dalam kondisi baik juga meningkat 0,99 persen. Rumah layak huni pun kian meningkat 1,39 persen.

Pembangunan era pemerintahan Ipong-Djarno juga sukses menggerakkan roda perekonomian Ponorogo. Pertumbuhan ekonomi tahun lalu tercatat 5,01 persen. Produk domestik regional bruto (PDRB) 2019 Rp 20,50 triliun, disokong lima besar lapangan usaha yang tumbuh paling pesat di Ponorogo. ’’Masyarakat Ponorogo harus lebih sejahtera,’’ tegas Ipong.

Tahun lalu, tak kurang dari delapan event berskala besar dihelat. Termasuk Ponorogo International Mask and Folklore Festival yang diikuti delegasi berbagai negara, Festival Nasional Reyog Ponorogo, Gebyar Jathil Masal, Batik Street Exhibition, hingga Reyog Jazz Ponorogo dan Festival Hari Jadi Ponorogo. ‘’Ini membuat jumlah kunjungan wisatawan ke Ponorogo meningkat 108,50 persen dibanding 2018,’’ jelasnya.

Pembangunan sumber daya manusia (SDM) lewat program-program budaya dan religi juga digalakkan. Mulai tahun lalu, Ipong menginstruksikan seluruh desa nggebyak reyog obyok setiap tanggal 11 setiap bulan. Konsistensi ini untuk pelestarian Reyog Ponorogo.

Ipong juga mengajak seluruh masyarakat salat Subuh berjamaah dan berolahraga pagi. Tahun lalu, indeks pembangunan manusia (IPM) Ponorogo menyentuh 70,56. Tertinggi sejak tujuh tahun terakhir. ‘’Program umrah gratis bagi kiai kampung, marbot, dan guru diniyah juga kami laksanakan untuk masyarakat,’’ imbuh bupati.

Di sektor pemerintahan, sistem e-government mulai diimplementasikan. Berbagai inovasi membuat predikat sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (SAKIP) meningkat dari B menjadi BB pada 2019. Ponorogo juga kembali diganjar opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Ada 12 penghargaan lain yang diraih sepanjang 2019. Ipong berharap, catatan positif ini terus berlanjut. ‘’Mari bersama-sama mewujudkan Ponorogo yang lebih maju, berbudaya, dan religius,’’ tandasnya. (naz/c1/sat/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close