Ngawi

Listrik PJU Sedot Duit Belasan Miliar

Penggunaan Lampu LED Jadi Solusi meski Berbiaya Besar

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab saban tahun harus mengeluarkan duit hingga belasan miliar untuk membiayai tagihan rekening listrik penerangan jalan umum (PJU). Tahun ini anggaran yang disiapkan untuk kebutuhan tersebut mencapai Rp 15,6 miliar.

‘’Kami sudah berupaya untuk melakukan efisiensi untuk mengurangi beban tagihan itu,’’ kata Kabid PJU Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi Widya Decky Hariyanto Senin (2/3).

Decky mengungkapkan, tahun ini pihaknya mendapat alokasi anggaran total sebesar Rp 18,5 miliar. Dari jumlah itu, sebagian besar habis untuk membayar tagihan rekening listrik lampu PJU. Sisanya yang hanya sekitar Rp 3 miliar dibagi untuk beberapa kegiatan, termasuk modernisasi lampu PJU. ‘’Secara bertahap kami ganti dari lampu konvensional ke LED. Itu salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan biaya tagihan,’’ bebernya.

Dia memerinci, PJU di Ngawi saat ini terpasang di 3.547 titik. Dari jumlah itu, baru sekitar 350 titik atau 10 persennya yang telah menggunakan lampu LED. ‘’Tahun lalu ada 180 titik yang lampunya kami ganti dengan LED. Tahun ini kami punya anggaran sekitar Rp 500 juta untuk pemeliharaan. Kalau digunakan untuk pengadaan lampu LED bisa dapat sekitar 140 titik,’’ paparnya.

Decky mengakui, upaya itu tidak berdampak signifikan pada berkurangnya beban tagihan rekening listrik PJU. Kecuali jika pemkab mengalokasikan anggaran besar untuk merombak semua lampu PJU konvensional menjadi LED secara serentak. ‘’Minimal butuh Rp 10 miliar untuk mengganti semuanya dengan LED,’’ sebutnya.

Sekadar untuk perbandingan, jika pemkab menggunakan lampu PJU konvensional, beban tagihan per tahunnya sekitar Rp 2,5 juta. Sedangkan bila memakai LED hanya Rp 800 ribuan. Sementara, biaya penggantian lampu PJU konvensional ke LED setiap titik di kisaran Rp 3,6 juta. ‘’Untuk sementara yang di perkotaan dulu yang diganti, kalau sudah selesai baru ke kecamatan-kecamatan,’’ ujar Decky.

Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto ’’Antok’’ Jatmiko mengakui biaya yang harus dikeluarkan pemkab untuk PJU selama ini masih tinggi. Karena itu, pihaknya mendukung upaya efisiensi yang dilakukan. Pun, penggunaan lampu LED dinilai efektif untuk menekan beban tagihan rekening listrik PJU. Namun, penggantian itu juga membutuhkan biaya tidak sedikit.

Opsi lain yang bisa dilakukan pemkab adalah meterisasi lampu PJU terutama di desa. ‘’Selama ini, yang kami ketahui untuk tagihan lampu PJU di desa itu flat atau dipukul rata per desa sekitar Rp 7,5 juta sebulan,’’ ungkapnya.

Menurut dia, sistem penghitungan seperti itu merugikan pemkab. Apalagi, jika kenyataannya beban yang digunakan untuk lampu penerangan tidak sebesar itu. ‘’Sepengetahuan saya, meterisasi bisa menghemat biaya hingga 50 persen’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button