features

Lisa Getol Berkreasi Bikin Pernik Rajutan Antimainstream

Pundi-pundi rupiah Lisa Purnaningtyas semakin bertambah. Selain honor mengajar les privat, penghasilan tambahan diperoleh perempuan itu dari kreativitasnya membuat pernak-pernik rajutan menggunakan jenis benang yang tidak biasa.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

MATA Lisa Purnaningtyas tertuju pada paper yarn (benang kertas) warna merah muda yang baru saja diambil dari sebuah kantong plastik. Lalu, benang itu dirajutnya menggunakan hakpen membentuk pola tertentu. Setelah selesai, Lisa tampak menatap tajam-tajam hasil rajutan. ‘’Kalau ada satu saja yang salah, harus dibongkar total,’’ ujar Lisa, Jumat (27/8).

Lisa sudah hobi merajut sejak masih duduk di bangku SD. Kala itu, setiap hendak berangkat ke taman pendidikan Alquran (TPA) dia tak pernah lupa membawa benang wol. ‘’Tapi, karena masih kecil, hasilnya belum serapi sekarang,’’ kenang warga Jalan Setinggil, Kelurahan Demangan, Taman, tersebut.

Seiring berjalannya waktu, hasil rajutannya semakin bagus. Pun, Lisa mulai merambah bahan lain yang tidak biasa dirajut alias antimainstream. Misalnya benang goni, t-shirt yarn, dan kini menggunakan benang kertas. ‘’Butuh tenaga lebih dibanding jenis benang lain,’’ sebutnya.

Lisa keranjingan merajut benang kertas berawal saat melihat foto di Pinterest. Lalu, dia memberanikan membuat tas rajut dengan bahan jenis benang itu. Tidak disangka, hasilnya bagus. ‘’Waktu ikut pameran banyak pesanan yang masuk. Jadi makin bersemangat,’’ kata perempuan 38 tahun itu.

Selama ini Lisa biasa membeli benang kertas secara online di marketplace. Sebab, hingga kini di pasaran Kota Madiun belum tersedia jenis benang itu. Sementara, hasil rajutan yang dibuatnya sudah terdiri banyak item. Mulai aksesori, tas, dompet, keranjang, topi bayi, hingga hiasan kaktus. Motifnya pun bervariasi. Ada single chain yang biasa disebutnya motif jomblo, half double chain, double chain, dan motif kerang.

Kini, kerajinan rajut buatan Lisa sudah merambah berbagai daerah. Mulai Jawa Timur, DKI Jakarta, hingga Bali. Harga yang ditawarkan mulai Rp 5.000 sampai Rp 300 ribu. ‘’Bisa awet bertahun-tahun jika dirawat dengan benar. Bisa pakai silica gel untuk yang rajut kertas agar tidak berjamur. Jangan dicuci,’’ tuturnya. * (dilengkapi Elit AS-Friska OF/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button