Madiun

Limbah Vaksin Capai 7.141 Jarum Suntik

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pengelolaan limbah medis menjadi tantangan tersendiri di balik gencarnya vaksinasi. Imunisasi masal itu menghasilkan limbah medis berupa botol vaksin, jarum suntik, kapas, dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun dr Denik Wuryani mengungkapkan bahwa limbah medis hasil vaksinasi dikelolakan pihak ketiga. Dipastikan proses penampungannya aman. ‘’Dikelola sesuai aturan. Kita kerjasamakan dengan pihak ketiga,’’ kata Denik, Jumat (26/2).

Setiap limbah medis hasil vaksinasi ditampung di masing-masing puskesmas. Selanjutnya barulah dilakukan pengelolaan berdasarkan SE Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Virus Korona. Ditampung menggunakan boks atau stirofoam yang kedap udara sehingga limbah tidak menjadi sumber pencemaran. ‘’Kami laksanakan sesuai SOP (standard operating procedure) yang ada,’’ ujarnya.

Merujuk data Kominfo Jatim per 24 Februari, kota ini telah membukukan suntikan vaksin kepada 7.141 sasaran. Artinya, per tanggal itu sudah ada ribuan jarum suntik yang menjadi sampah medis. ‘’Pengelolaan ini sudah rutin kita lakukan,’’ ungkapnya. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button