Mejayan

Limbah Masker di Kaliabu Belum Tertangani Khusus

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Limbah masker sejak Covid-19 mewabah menambah ragam sampah yang masuk tempat pembuangan akhir (TPA) Kaliabu, Mejayan. Persoalan menjadi pelik lantaran hingga kini belum ada pengelolaan secara khusus terhadap jenis sampah yang meningkat selama pandemi. ‘’Banyak masker bekas sekarang, takut juga sebenarnya,’’ kata Anik Margiantini, seorang pemulung di TPA Kaliabu, Selasa (28/9).

Bagi Anik, masker bekas yang merupakan salah satu peranti protokol kesehatan itu tidak memberi keuntungan lantaran tidak dapat didaur ulang. Pun, dia mesti ekstrahati-hati. ‘’Kalau memang harus pegang masker bekas, ya harus pakai sarung tangan,’’ ujarnya.

Banyaknya masker bekas di TPA Kaliabu diamini Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun Edy Bintardjo. Pun, diakui sejauh ini pihaknya memang belum bisa melakukan pengelolaan tersendiri terhadap sampah masker itu karena terkendala anggaran. ‘’Harusnya ada ruang untuk penanganan sampah dari orang terkonfirmasi positif Covid-19, termasuk masker. Apalagi kalau ada yang isolasi mandiri, sebaiknya disendirikan,’’ ungkap Edy.

Edy menghitung, sampah yang masuk TPA Kaliabu selama pandemi meningkat dari 30 ton menjadi 40 ton per hari. ‘’Sampah masker memang meningkat karena kesadaran masyarakat juga bertambah. Idealnya sampah seperti masker itu dimusnahkan dengan dibakar karena tidak bisa didaur ulang,’’ ujar Edy. ‘’Kalau yang dari rumah sakit atau puskesmas sudah ada penanganan sendiri,’’ imbuhnya. (den/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button