Ngawi

Lima Rumah Kos di Ngawi Ditengarai Jadi Ajang Kumpul Kebo

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pasangan muda bukan suami-istri itu tak berkutik di hadapan penyidik Satpol PP Ngawi. Dalam interogasi Sabtu malam (10/4) di mako satpol PP itu, seorang di antaranya menyampaikan bahwa salah satu rumah kos di Jalan Ahmad Yani menyewakan kamar harian.

Laki-laki dan perempuan di bawah 30 tahun itu menyewa salah satu kamarnya untuk rencana berduaan menghabiskan malam minggu. Namun akhirnya gagal karena terjaring razia korps penegak perda. ‘’Kami masih mendalami keterangan sewa harian rumah kos itu,’’ kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Ngawi Arif Setiono, Rabu (13/4).

Arif memaparkan bahwa sewa harian bertentangan dengan Perda 10/2014 tentang Penyelenggaraan Rumah Kos. Aturan main dalam regulasi itu adalah jangka waktu sewa minimal satu bulan. Selain itu, rumah kos dilarang menerima laki-laki dan perempuan bukan suami-istri menginap dalam satu kamar. ‘’Kami tengah berkoordinasi dengan DPMPTSP (dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu) terkait temuan rumah kos yang tidak sesuai regulasi ini,’’ ujarnya.

Korps penegak perda ingin mengetahui perihal legalitas rumah kos yang disebut memberlakukan sewa harian itu. DPMPTSP selaku leading sector penerbit izin usaha rumah kos. Satpol PP perlu menindaklanjuti temuan tersebut supaya bisnis rumah kos tidak menyerupai losmen atau hotel. ‘’Kami akan mendiskusikan apakah harus ditertibkan atau diarahkan mengurus izin,’’ ucap Arif.

Dalam razia Sabtu lalu, satpol PP mengamankan tujuh pasangan muda di tiga rumah kos di Kecamatan Ngawi. Mereka tertangkap basah berada di dalam kamar kos di Jalan Ahmad Yani dan Letjen Sutoyo. Kendati demikian, konteks utama penanganan bukan pada pasangan yang terciduk.

Melainkan rumah kos plus-plus yang menyewakan kamar untuk pasangan bukan mahram. Sebab, praktik tersebut mengarah pada bisnis prostitusi. ‘’Kalau untuk pasangan bukan suami-istri yang berduaan di kamar kos dengan kamar tertutup hanya diberi pembinaan,’’ jelasnya.

Sejauh ini satpol PP mengantongi lima rumah kos yang diduga menyimpang. Perinciannya, dua lokasi di Jalan Ahmad Yani dan masing-masing satu di Letjen Sutoyo, dr Soetomo, dan timur RSUD dr Soeroto. ‘’Menyimpang karena terindikasi sering digunakan untuk pasangan bukan suami-istri berduaan di dalam kamar tertutup,’’ ungkapnya sembari mengaku bakal intens memantau aktivitas kelima rumah kos tersebut. (mg3/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button