Madiun

Lima Pembobol Maju Hardware Diringkus

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Masih ingat aksi pencurian menyasar gerai Maju Hardware, Mejayan, Selasa pekan lalu (22/6) yang mengakibatkan raibnya berkarung-karung handphone (HP)? Lima pelaku dan seorang penadah telah diringkus polisi. Sementara, dalang ulah panjang tangan di enam tempat kejadian perkara (TKP) wilayah Jatim dan Jateng itu saat ini masih buron. ‘’Kami lakukan pengejaran sampai Bogor,’’ kata Kapolres Madiun AKBP Jury Leonard Siahaan, Minggu (27/6).

Penangkapan lima pelaku tersebut setelah polisi mempelajari rekaman closed-circuit television (CCTV) di TKP. Mereka dibekuk di sebuah apartemen masuk wilayah Gunung Putri, Bogor. Kelimanya juga dihadiahi timah panas alias didor lantaran berusaha kabur. ‘’Ketika dilakukan pengembangan perkara, para pelaku berusaha melarikan diri. Akhirnya, dilakukan tindakan tegas dan terukur (ditembak di bagian kaki, Red),’’ bebernya.

Salah seorang pelaku yang ditangkap di apartemen itu adalah Can, 35, warga Desa Karang Petir, Tambak, Banyumas. Dalam aksi di Maju Hardware, Mejayan, Can tidak ikut masuk ke gerai. Melainkan berada di ruang kemudi Daihatsu Xenia nopol AA 9028 CT kelir hitam yang dipakai dalam aksi tersebut.

Sedangkan empat pelaku lainnya adalah Rul, 24, warga Desa Gondosuri, Bandungan, Magelang; Haf, 27, warga Desa Banjarsari, Manyar, Gresik; Pur, 29, warga Desa Pengajaran, Kemiling, Bandar Lampung; dan Kol, 32, warga Gresik.

Empat orang itulah yang dalam rekaman CCTV menjarah ratusan HP, lantas dimasukkan karung. Khusus Kol, pelaku yang satu ini ditangani Polres Magelang Kota lantaran terlibat aksi serupa di wilayah setempat.

Kendati lima pelaku berhasil diringkus, lanjut Jury, petugas tidak mendapatkan barang bukti HP hasil curian. Mereka hanya memperoleh sejumlah alat seperti kunci dan obeng yang digunakan pelaku untuk masuk ke toko. Belakangan diketahui HP hasil curian telah dijual ke seseorang di Surabaya. ‘’Setelah dilakukan pengembangan, penadah berinisial CD berhasil ditangkap sekalian beberapa barang bukti,’’ ungkapnya.

CD ditangkap pada Jumat lalu (25/6) di Surabaya. Bersamaan penangkapan itu, ratusan unit HP turut diamankan sebagai barang bukti. ‘’Terkait BB (HP), masih dalam pengembangan. Karena pencurian dilakukan di beberapa TKP,’’ ujar Jury sembari menyebut ada sekitar 500 unit HP yang hilang dari gerai Maju Hardware.

Kawanan pencuri yang terpaksa didor kakinya itu bukan maling kelas teri. Mereka sudah beraksi di enam TKP berbeda belakangan ini. Perinciannya, di Magelang pada 13 Juni, Sragen 14 Juni, Boyolali 16 Juni, Blitar 17 Juni, Nganjuk 19 Juni, dan Madiun 22 Juni. ‘’Semuanya (enam orang, satu ditangani Polres Magelang Kota, Red) merupakan residivis. Bahkan, penadah berinisial CD itu baru bebas 13 Juni lalu,’’ terang Jury.
Kasatreskrim Polres Madiun AKP Ryan Wira Raja Pratama menambahkan, kawanan pencuri dan seorang penadah itu beraksi secara terorganisasi. Mereka menyasar toko HP besar di daerah tertentu berbekal referensi dari internet.

Kawanan pencuri itu mencari lokasi memanfaatkan Google Maps. Setelah sasaran ditentukan, dilakukan pembagian tugas saat berada di lokasi kejadian serta eksekusi dengan cepat. ‘’Tersangka menjual barang curian dengan cara borongan. Bisa dijual ke penadah atau konter yang mau membeli. Intinya cari pembeli yang cepat, biar cepat dapat duit,’’ ujarnya.

Sementara, dalang aksi pencurian HP lintas daerah itu kini masuk daftar pencarian orang (DPO). ‘’DPO itulah yang menyiapkan berbagai alat pencurian. Juga menjual barang hasil curian, salah satunya ke CD. ‘’Dalam aksi di Mejayan, lima pencuri yang telah ditangkap diberi uang oleh DPO sejumlah Rp 2,7 juta,’’ ungkap Raja. (den/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button