Madiun

Lima Pasangan Bukan Suami-Istri Ketangkap Kelon di Hotel dan Homestay

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Satpol PP Kabupaten Madiun emoh tinggal diam dalam memberangus praktik prostitusi. Hasilnya, lima pasangan haram terciduk saat sedang asyik masyuk di kamar hotel dan homestay. Kelima pasangan bukan mahram itu benar-benar sudah tak punya urat malu. Bagaimana tidak, mereka asyik ber-hohohihe saat umat Islam salat Tarawih pertama.

‘’Empat pasangan diamankan dari Hotel Lawu Permai dan satu pasangan dari Margareth Homestay,’’ kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan, Rabu (14/4).

Danny menyebut bahwa patroli dilakukan Senin malam (12/4). Deretan warung kopi di Jalan Raya Madiun-Surabaya, Desa Pajaran, Saradan, jadi sasaran pertama. Di lokasi ini, petugas Polres Madiun mengamankan seorang mucikari akhir Maret lalu. Namun, kali ini Danny dan anak buahnya nihil hasil. ‘’Giat kami lanjutkan ke hotel maupun penginapan di sekitar Caruban,’’ ujarnya.

Hotel Lawu Permai di Jalan Raya Saradan menjadi lokasi yang dijujuk. Setelah mengobok-obok sejumlah kamar, petugas mendapati empat pasangan bukan mahram. Mereka berada di dalam kamar dengan pintu tertutup. Tertangkap basah sedang kelon, empat pasangan itu pun diamankan.

Patroli berlanjut ke Margareth Homestay di Jalan Singolodro, Mejayan. Dari dua pasangan yang menyewa kamar, satu dapat membuktikan sebagai pasangan suami-istri. ‘’Yang kami amankan, pasangan yang mengaku masih berstatus pacaran,’’ ungkap Danny.

Salah satu ruangan satpol PP pun dipenuhi 10 muda-mudi. Satu per satu pasangan dimintai keterangan. Seluruhnya sudah masuk usia dewasa. Mereka diminta membuat surat pernyataan dan diberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. ‘’Mayoritas warga Kabupaten Madiun,’’ sebutnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button