Magetan

Lima Kecamatan di Magetan Dapat Label Kumuh

Masing-Masing Perlu Penanganan Berbeda

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Lima kecamatan di Magetan sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai kawasan kumuh. Yakni, Magetan, Plaosan, Karangrejo, Kawedanan, dan Maospati. ‘’Predikat kumuh itu tidak bisa dihapus, parameter yang membuat kumuh yang harus ditangani,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Elmy Kurniarto Senin (24/8).

Menurut Elmy, masing-masing kecamatan yang mendapat label kumuh memiliki permasalahan tersendiri. Karena itu, penanganannya pun berbeda. Di Kelurahan Sukowinangun, Magetan, misalnya. ‘’Ada permukiman warga di tanah aset. Maka, penanganannya dengan membangun rumah susun. Kami sedang mengusahakan agar dibangun oleh pemerintah pusat,’’ paparnya.

Lain cerita dengan Desa Sempol, Maospati. Di sana ada program Kota tanpa Kumuh (Kotaku). Berupa pembangunan jalan lingkungan dan saluran permukaan. Penanganan serupa dilakukan di Plaosan. ‘’Tapi, masih menunggu PAK (perubahan anggaran keuangan, Red) tahun ini,’’ tutur Elmy.

Sementara, di Kecamatan Karangrejo saat ini ada dua kegiatan yang tengah berjalan. Yakni, pembangunan saluran drainase dan pembuangan di Kelurahan Karangrejo serta Manisrejo.

Selain menangani kecamatan yang sudah ditetapkan sebagai kawasan kumuh, disperkim juga dituntut memperhatikan kondisi lingkungan di 13 kecamatan lain. Pasalnya, jika lengah, bisa saja muncul kawasan kumuh baru. ‘’Ini membutuhkan peran serta masyarakat, bukan tugas kami saja,’’ pungkasnya. (bel/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button